Dinas Kesehatan Kota Balikpapan

Kasus Covid 19 Melonjak, Buka Posko Pelayanan Bandara dan Pelabuhan Untuk Skrining

zoom-inlihat foto
Kepala DKK Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. Foto : BorneoFlash.com/Niken.
Kepala DKK Balikpapan dr Andi Sri Juliarty. Foto : BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19 di Kota Balikpapan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan membuka posko pelayanan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dan Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty mengatakan, posko pelayanan ini di didirikan untuk memperketat pelaku perjalanan.

Pasalnya, peningkatan kasus Covid 19 di Kota Balikpapan kembali meningkatkan sebagian besar disebabkan dari pelaku perjalanan.

"Mulai hari ini, Sabtu (5/2/2022) kami buka posko pelayanan untuk skrining, karena pelaku perjalanan banyak sekali," jelasnya kepada awak media, Sabtu (5/2/2022).

Lanjut Dio sapaan karibnya mengatakan, posko penjagaan ini dibuka sampai kasus Covid 19 di Kota Balikpapan melandai.

Pemkot Balikpapan membantu pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Lanud, Lanal, PT Angkasa Pura, untuk melakukan skrining dari pintu masuk kedua tempat tersebut. "Kami bergotong royong," ujarnya.

Dio menambahkan, kasus Covid 19 di Balikpapan sudah terjadi penularan transmisi lokal, sehingga Pemkot mengantisipasi penularan, agar tidak meningkat.

"Kalau awal itu gambaran kami jelas sekali penularan pelaku perjalanan sekarang sudah transmisi lokal. Sudah ada yang kena bukan hanya di lingkup rumah tapi lingkup lainnya," terang Dio.


Seperti halnya, penularan yang terjadi pada peserta didik di sekolah. Penularan terjadi berawal dari pelaku perjalanan yang berasal dari keluarga di rumah.

Orang yang melakukan perjalanan terinfeksi virus Covid 19 dari perjalanannya dan pulang ke rumah langsung kontak keluarga.

Walaupun memang sebelum naik pesawat melakukan pemeriksaan test antigen, tetapi itu tidak berarti 100 persen negatif. Bisa jadi pada saat itu masih kondisi awal terpapar belum terdeteksi oleh test antigen.

Kemudian naik pesawat sampai datang ke Balikpapan berkembang masa inkubasi atau tertular di perjalanan atau tertular di pesawat.

Oleh karenanya, masyarakat harus dapat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Kalau memang tidak bisa membatasi perjalanan atau perjalanan tidak bisa ditunda dan harus tetap berangkat, pulangnya harus hati-hati.

"Pandai memanajemen diri, bahwa saya berpotensi menularkan ke keluarga sehingga sampai di rumah terapkan benar-benar protokol kesehatan. Kalau bisa isolasi mandiri terlebih dahulu," urainya.

(BorneoFlash.com/Niken)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar