BorneoFlash.com, MEDAN – Sejak tiga pekan memberikan layanan di Medan, Sumatera Utara, Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit (SVIB) telah memberikan suntikan vaksin Covid-19 kepada 12.050 warga. Sebanyak 266 warga di antaranya bahkan sudah mendapatkan dosis kedua.
Pelaksanaan program vaksinasi yang diinisiasi oleh PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) ini berlangsung di RSUP H Adam Malik dan di Kecamatan Medan Selayang, Medan Johor, Medan Sunggal, dan Medan Tembung.
Program SVIB ini akan dilaksanakan selama dua bulan hingga 5 November 2021. Program ini merupakan bagian dari implementasi komitmen XL Axiata memasuki usia 25 tahun dalam upaya Membangun Indonesia Digital.
Group Head XL Axiata West Region, Desy Sari Dewi, mengatakan,”Antusias masyarakat cukup tinggi untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Dalam satu hari, maksimal kami bisa melakukan penyuntikan kepada 700 warga, dan kuota untuk satu hari selalu habis.
Kami sangat terbantu oleh semua pihak yang terlibat sehingga vaksinasi setiap hari bisa berlangsung secara lancar dan aman, termasuk dari pihak Kepala lingkungan dan Kelurahan yang mengatur pendaftaran warga untuk vaksinasi di kecamatan.”
Desy berharap, hingga akhir masa program, SVIB akan bisa melakukan penyuntikanvaksin Covid-19 kepada 20 ribu warga Medan dan sekitarnya. Pencapaian tersebut diharapkan akan berkontribusi pada penanganan Covid-19 dan capaian vaksinasi di Medan dan Sumatera Utara secara umum, Medan sendiri merupakan kota terbesar di Sumatera, begitu juga dengan Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak.
Pelaksanaan penyuntikan vaksin Covid-19 SVIB mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Pemerintah Kota Medan (Pemko Medan), RSUP H Adam Malik, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan didukung oleh mitra lainnya.
Untuk masyarakat yang ingin mengikuti vaksinasi di SVIB ini, warga bisa mendaftar secara online melalui laman www.xlaxiata.co.id/indonesiabangkit dengan ketentuan antara lain berusia 12 tahun ke atas, warga negara Indonesia dibuktikan dengan NIK, dan melengkapi validasi data pribadi serta verifikasi kondisi kesehatan calon peserta vaksin.