DPRD Kota Balikpapan

DPRD dan Pemkot Balikpapan Sepakati Perubahan APBD 2026

lihat foto
Kesepakatan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Balikpapan, pada Rabu (9/9/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri
Kesepakatan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Balikpapan, pada Rabu (9/9/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Anggaran Kota Balikpapan dalam perubahan APBD 2026 mengalami pergeseran cukup signifikan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan turun hingga Rp86 miliar, sementara belanja daerah justru bertambah sekitar Rp49 miliar.

Perubahan tersebut disepakati DPRD Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota Balikpapan melalui penandatanganan Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Balikpapan, pada Rabu (9/9/2026).

Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, perubahan postur anggaran dilakukan setelah melalui pembahasan Badan Anggaran DPRD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta perangkat daerah pada Selasa (8/9/2026).

“Ini merupakan bentuk kepatuhan kita pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah,” kata Alwi, saat Rapat Paripurna DPRD Balikpapan, di Gedung Paripurna DPRD Balikpapan, pada Rabu (9/9/2026).

lihat foto
Rapat Paripurna DPRD Balikpapan di Gedung Paripurna DPRD Balikpapan, pada Rabu (9/9/2026) membahas Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri
Rapat Paripurna DPRD Balikpapan di Gedung Paripurna DPRD Balikpapan, pada Rabu (9/9/2026) membahas Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri

Berdasarkan hasil pembahasan, PAD Balikpapan mengalami penurunan sebesar Rp86.003.555.853,14. Namun, pendapatan transfer dari pemerintah meningkat Rp12.236.906.000.

Akibatnya, total pendapatan daerah mengalami penurunan Rp73.766.649.853,14 menjadi Rp3.171.382.602.504,86.

Di tengah penurunan pendapatan tersebut, belanja daerah justru meningkat Rp49.220.428.632,21 menjadi Rp3.566.927.699.937,75.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar