Peserta lainnya, Kirun, menilai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi komunitas sepeda untuk menyampaikan aspirasi untuk terus menolak dan stop normalisasi LGBT.
"Jadi untuk teman-teman jangan lupa gowes selalu dan tolak LGBT. Gowes yes, LGBT no!," ucap Kirun"
Di akhir kegiatan, Ketua Komunitas Harus Jadi Bike, Ali, mengapresiasi antusiasme peserta serta dukungan berbagai komunitas sepeda dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan yang hadir memberikan edukasi kesehatan.
"Kami berterima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Harapannya, masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan memahami risiko penularan HIV/AIDS," ujarnya.
Sementara itu, Dokter Dewa, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, menjelaskan bahwa penularan HIV berkaitan dengan perilaku yang berisiko, sehingga upaya pencegahan harus dilakukan melalui edukasi, peningkatan kesadaran, dan pemeriksaan kesehatan bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

"HIV/AIDS dapat dicegah dengan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat. Lindungi diri, lindungi orang di sekitar, dan lakukan pemeriksaan apabila merasa memiliki faktor risiko. Pencegahan adalah kunci," katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi dan penerapan perilaku hidup sehat.
Menurut data dari Dinkes Provinsi Kaltim dan Dinkes Kota Balikpapan, HIV/AIDS di Kaltim mencatat 647 kasus baru HIV selama periode Januari hingga Juni 2026. Balikpapan di peringkat kedua, menyumbang 167 kasus baru dan mayoritas penderitanya adalah laki-laki usia 20-50 tahun. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar