"Literasi adalah bekal masa depan. Sekarang peluang pendidikan semakin terbuka, mulai dari pendidikan gratis hingga beasiswa S2 dan S3 melalui LPDP. Anak-anak Balikpapan harus berani bermimpi belajar di tingkat global, menguasai bahasa asing, kemudian kembali membangun daerah dan bangsa," katanya.
Sementara itu, Chair Indonesian Youth Diplomacy (IYD) Local Chapter Kalimantan Timur, Farah, mengatakan Graffiti 2026 dirancang sebagai forum diskusi yang lebih intensif agar peserta dapat berdialog langsung dengan para narasumber.
Awalnya kegiatan tersebut dirancang untuk 100 peserta, namun jumlahnya dibatasi menjadi 50 orang agar interaksi berlangsung lebih efektif.
"Kami ingin peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai ketahanan pangan dan kesehatan global. Karena itu kami menghadirkan salah satu delegasi Y20 Indonesia, Jessy, yang akan berbagi pengalaman dan perspektif internasional," ujar Farah.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi, bertanya, dan memperluas wawasan mengenai isu-isu global yang akan berdampak pada masa depan Indonesia.
Melalui forum ini, IYD Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Balikpapan berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap persoalan daerah, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan global melalui inovasi, literasi, dan kepemimpinan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar