“Kalau melihat lampu bergoyang seperti yang terekam dalam video itu, memang masuk kategori guncangan ringan. Pada intensitas II hingga III MMI, umumnya yang terlihat adalah benda-benda ringan yang bergoyang, sementara sebagian masyarakat mungkin tidak terlalu merasakan getarannya secara langsung,” katanya.
Ia menambahkan, gempa yang bersumber dari wilayah Palu maupun kawasan sekitar Selat Makassar bukan hal yang asing terasa hingga Kalimantan Timur. Kondisi geografis dan jalur geologi membuat getaran dari sumber gempa tertentu dapat menjangkau Samarinda dan daerah sekitarnya.
Sementara itu, BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault. Berdasarkan hasil pemantauan, gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga pukul 12.20 WITA, BMKG mencatat sedikitnya sembilan kali gempa susulan. Gempa susulan terbesar memiliki magnitudo 5,1.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. BMKG meminta warga untuk selalu mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi.
“Untuk gempa kali ini masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Yang terpenting adalah tetap tenang, mengikuti informasi resmi BMKG, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi,” pungkas Reza. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar