Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan gizi keluarga dan percepatan penurunan angka stunting.
"Kami melihat masyarakat sudah berperan aktif menanam sayuran, buah-buahan, dan mengembangkan kolam ikan. Ini sangat baik karena mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting," ujarnya.
Fit Nawati menambahkan, salah satu keunggulan Kota Balikpapan adalah keberhasilan membangun kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program kesehatan masyarakat.
Melalui inovasi Sehat Sebrataan, berbagai layanan kesehatan yang sebelumnya berjalan terpisah kini terintegrasi hingga tingkat Posyandu melalui konsep Integrasi Layanan Primer yang sejalan dengan program Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta berbagai pihak yang terlibat secara aktif dalam pembinaan masyarakat.
"Yang membuat kami sangat mengapresiasi adalah kolaborasinya. Tidak hanya pemerintah dan PKK, tetapi juga organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, Persatuan Dokter Gigi Indonesia atau PDGI, Ikatan Bidan Indonesia atau IBI, Ikatan Istri Dokter Indonesia, dan berbagai pihak lainnya ikut berkontribusi," jelasnya.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri, sekaligus memperkuat pelaksanaan program-program PKK di bidang kesehatan.
Melalui berbagai inovasi yang dikembangkan, Kota Balikpapan dinilai tidak hanya fokus pada pemenuhan indikator lomba, tetapi juga berhasil membangun gerakan kesehatan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mampu mengatasi persoalan kesehatannya sendiri. Ketika masyarakat sudah sadar dan terlibat aktif, maka tujuan pembangunan kesehatan akan lebih mudah tercapai," tutup Fit Nawati. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar