PT Pertamina Hulu Indonesia

Raih Prestasi di Kampus hingga Tingkat Nasional, Penerima BSBK PHI Jadi Inspirasi Generasi Muda

lihat foto
Penerima Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) Abdi Chafarid Amir (foto: dua dari kiri) mahasiswa Teknik Kimia Universitas Mulawarman asal Muara Badak. Foto: HO/PHI
Penerima Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) Abdi Chafarid Amir (foto: dua dari kiri) mahasiswa Teknik Kimia Universitas Mulawarman asal Muara Badak. Foto: HO/PHI

“Program Pengembangan Kapasitas membuat saya lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum. Saya juga mendapatkan wawasan mengenai pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Berdikari," ujar Zahra.

BSBK juga menginspirasi Zahra untuk mengembangkan proyek sosial berbasis pemberdayaan masyarakat melalui inovasi Eco Enzyme. Program ini memanfaatkan limbah dapur organik, seperti kulit buah dan sisa sayuran, yang difermentasi bersama gula dan air selama tiga bulan untuk menghasilkan cairan serbaguna yang ramah lingkungan. 

Menurut Zahra, Eco Enzyme dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembersih rumah tangga, pengurai limbah saluran air, pupuk organik, hingga bahan perawatan diri. 

“Saya berharap dapat menggerakkan kelompok ibu-ibu untuk mengembangkan program Eco Enzyme. Selain mengurangi limbah rumah tangga, kegiatan ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi sirkuler di lingkungan tempat tinggal saya di Samarinda” kata Zahra.

Hal serupa disampaikan Abdi Chafarid Amir mahasiswa Teknik Kimia Universitas Mulawarman asal Muara Badak yang saat ini berhasil meraih IPK 3,84. Abdi mengaku menargetkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,4 selama masa perkuliahan sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai penerima beasiswa BSBK

Menurut Abdi, manfaat yang diperolehnya tidak hanya berupa dukungan biaya pendidikan tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai kegiatan yang berkaitan peningkatan kompetensi dan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu pengalaman yang berkesan baginya adalah keterlibatan dalam program Aksi Sobat yang memperluas pemahamannya mengenai pentingnya pelestarian ekosistem mangrove.

Sebagai putra daerah pesisir, Abdi menyadari bahwa mangrove tidak hanya berfungsi menjaga kawasan pantai dari abrasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan namun juga berdampak dalam menopang kehidupan perekonomian warga sekitar pantai. 

Zahratul Sa’diyah dan Abdi Chafarid Amir pun mendorong calon peserta  Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan Tahun tahun 2026, untuk berani mencoba dan percaya pada kemampuan diri. Menurut mereka, program BSBK tidak hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan kapasitas diri memperluas wawasan dan membangun jejaring yang bermanfaat bagi masa depan.

lihat foto
Zahra Sa’diyah, juara 1 dan juara umum Lkbb Piala Gubernur Kaltim Tingkat Provinsi 2024.  Foto: HO/PHI
Zahra Sa’diyah, juara 1 dan juara umum Lkbb Piala Gubernur Kaltim Tingkat Provinsi 2024. Foto: HO/PHI

Kisah Zahra, Abdi, dan para penerima BSBK lainnya menunjukkan bahwa dukungan pendidikan dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk berprestasi dan memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui BSBK, Perusahaan tidak hanya membantu meringankan biaya pendidikan, tetapi juga membekali para penerima dengan keterampilan, pengalaman, dan jejaring yang mendukung pengembangan diri serta mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Kalimantan. 

Kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan para penerima BSBK akan kembali hadir melalui pembukaan Program BSBK Angkatan III Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung pada bulan Juni 2026. Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan jadwal program dapat diikuti melalui akun Instagram resmi PHI dan Pertamina Foundation (PF) sebagai mitra pelaksana program ini. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar