Berita Kutim Terkini

Operator Tambang KPC Meninggal dalam Insiden Dump Truck, Perusahaan Lakukan Investigasi

lihat foto
Ilustrasi investigasi kecelakaan kerja di pertambangan. Foto: Istimewa
Ilustrasi investigasi kecelakaan kerja di pertambangan. Foto: Istimewa

BorneoFlash.com, SANGATTA – Kecelakaan kerja fatal (fatality accident) kembali terjadi di area operasional PT Kaltim Prima Coal (KPC). Seorang operator dump truck dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas di area tambang pada Jumat (29/5/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Viki Alpiansyah, warga Sangatta Selatan kelahiran 2001. Ia meninggal dunia setelah mengalami insiden di area operasional tambang KPC.

Informasi mengenai kronologi kejadian terungkap melalui memorandum internal perusahaan yang beredar dan disebut berasal dari Kepala Teknik Tambang KPC. Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa korban mengalami cedera fatal setelah tertimpa ban depan sebelah kiri Dump Truck CAT 789 dengan nomor unit T725.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim KPC, insiden bermula saat dump truck yang dikemudikan korban bergerak mundur untuk melakukan dumping muatan overburden di Dumping Point Seluang.

Namun, kendaraan tersebut dilaporkan terperosok sehingga bagian depan truk terangkat dan muatan tertumpah ke belakang.

“Dari pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Tim KPC ditemukan bahwa saat T725 bergerak mundur untuk melakukan dumping muatan overburden di Dumping Point Seluang, T725 terperosok hingga bagian depan truk terangkat dan muatan tertumpah ke belakang,” demikian kutipan memorandum tersebut.

Dalam situasi itu, korban disebut keluar menuju bagian depan kabin dan berdiri di housing air cleaner sebelum akhirnya melompat dari kendaraan.

Nahas, saat dump truck selesai menurunkan muatan dan kembali ke posisi normal, korban diduga berada di area berbahaya sehingga tertimpa ban depan kiri kendaraan.


Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh operator dozer unit E553 yang tengah bekerja tidak jauh dari lokasi kejadian. Merasa ada kondisi yang tidak biasa, operator tersebut menghentikan pekerjaannya dan melakukan pengecekan di sekitar dump truck.

Saat mendekati lokasi, ia menemukan korban berada di bawah ban depan kendaraan dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas lapangan.

“Setelahnya Operator Dozer E553 segera menghubungi pengawas untuk melaporkan kejadian tersebut,” lanjut isi memorandum.

Dalam dokumen yang sama disebutkan bahwa insiden tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang (KAIT) dan saat ini masih dalam proses investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

“Informasi lebih lengkap akan disampaikan setelah proses investigasi ini diselesaikan,” tulis memorandum tersebut.

Mengutip berita yang diterbitkan Bontang Post, hingga kini pihak PT KPC belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media juga belum memperoleh tanggapan.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan kerja fatal yang terjadi di area operasional perusahaan sepanjang 2026. Sebelumnya, pada Januari lalu, seorang karyawan bernama Eko Hadi juga dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di area tambang.

Insiden berulang tersebut kembali menjadi sorotan terkait penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan operasional pertambangan, terutama dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang berakibat fatal. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar