Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan berkelanjutan sekaligus membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
“Melalui pendekatan STEM dan inovasi teknologi sederhana, siswa didorong menjadi generasi yang kreatif, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan masa depan energi berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting untuk menjaga kualitas pendampingan dan kesinambungan program di sekolah.
Sementara itu, dosen S1 Pendidikan IPA FKIP UNS, Febriani Sarwendah Asri Nugraheni, menjelaskan pendekatan STEM-CER dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkannya dalam menyelesaikan persoalan nyata.
“Melalui proses merancang, menguji, dan memperbaiki produk, siswa belajar berpikir kritis, kolaboratif, dan inovatif. Pengalaman kontekstual seperti ini penting untuk menumbuhkan literasi sains dan kepedulian lingkungan sejak dini,” jelasnya.
Program Sekolah Energi Berdikari ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Energi Bersih dan Terjangkau (SDG 7), Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab (SDG 12), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).
Melalui kolaborasi ini, Pertamina RU Balikpapan dan UNS berharap model pembelajaran inovatif berbasis lingkungan dapat direplikasi di sekolah lain di Balikpapan maupun wilayah operasional Pertamina lainnya, sehingga semakin banyak inovator muda yang lahir dari ruang kelas. (*)




