Berita Balikpapan Terkini

Kapal Feri Miring Usai Sandar di Pelabuhan Semayang, Satu Penumpang Terjepit Truk

lihat foto
Kapal feri Dharma Kartika IX yang baru tiba dan sandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaporkan mengalami kondisi miring, pada Selasa (27/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kapal feri Dharma Kartika IX yang baru tiba dan sandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaporkan mengalami kondisi miring, pada Selasa (27/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Suasana Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur, mendadak mencekam, pada Selasa (27/1/2026) pagi.

Kapal feri Dharma Kartika IX yang baru saja sandar dari Parepare, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengalami kondisi miring, memicu kepanikan penumpang dan proses evakuasi darurat.

Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RS Bhayangkara Balikpapan. Lebih tragis, satu penumpang diduga meninggal dunia setelah terjepit di antara kendaraan, tepatnya truk bermuatan sembako, di dalam dek kapal.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Balikpapan, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono, mengungkapkan pihaknya menerima laporan permintaan bantuan sekitar pukul 07.00 Wita, tak lama setelah kapal bersandar di dermaga.

“Kami menerima laporan dari masyarakat dan penumpang yang baru turun dari kapal feri Dharma Kartika IX. Informasi awal menyebutkan kapal dalam kondisi miring dan ada penumpang yang terjepit,” ujar Topan saat memberikan keterangan pers di Pelabuhan Semayang.

Kapal feri Dharma Kartika IX yang baru tiba dan sandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaporkan mengalami kondisi miring, pada Selasa (27/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kapal feri Dharma Kartika IX yang baru tiba dan sandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaporkan mengalami kondisi miring, pada Selasa (27/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Menindaklanjuti laporan tersebut, Lanal Balikpapan langsung mengerahkan personel ke lokasi dan berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan, Polsek Pelabuhan Semayang, Basarnas, Pelindo, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Fokus utama aparat gabungan adalah penyelamatan korban. Sekitar empat penumpang yang mengalami luka ringan hingga berat berhasil dievakuasi dan segera dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

“Evakuasi korban luka menjadi prioritas utama kami begitu tiba di lokasi,” jelas Topan.

Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Di dalam kapal masih terdapat satu penumpang yang diduga meninggal dunia, namun hingga siang hari belum dapat dievakuasi karena posisi tubuh korban terjepit di antara kendaraan.


“Korban berada di bagian tengah kapal dan terjepit kendaraan kecil, sehingga membutuhkan penanganan khusus dan memastikan kondisi kapal aman,” kata Topan.

Untuk mencegah risiko lebih besar, area pelabuhan terlebih dahulu disterilkan. Aparat gabungan mengamankan lokasi mengingat kondisi kapal yang miring berpotensi membahayakan keselamatan petugas maupun material.

“Setelah area dinyatakan aman, kendaraan di dalam kapal akan dikeluarkan satu per satu untuk mengurangi beban agar kemiringan kapal tidak bertambah,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Pelabuhan Semayang Balikpapan, AKP Hari Purnomo, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

“Penyebab kejadian masih kami dalami. Saat ini fokus utama adalah pengamanan lokasi dan kelancaran proses evakuasi,” ujarnya.

Kapal feri Dharma Kartika IX yang baru tiba dan sandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaporkan mengalami kondisi miring, pada Selasa (27/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kapal feri Dharma Kartika IX yang baru tiba dan sandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaporkan mengalami kondisi miring, pada Selasa (27/1/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Terkait status operasional kapal, Harri menyebutkan belum ada keputusan apakah Dharma Kartika IX akan ditahan atau diizinkan kembali berlayar. “Kami menunggu perkembangan dan hasil penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Diketahui, kapal feri Dharma Kartika IX seharusnya tiba di Pelabuhan Semayang sekitar pukul 02.00 Wita, namun baru bersandar sekitar pukul 06.00 Wita. Kondisi kapal miring baru diketahui setelah kapal berada di dermaga.

Proses evakuasi korban yang diduga meninggal dunia masih menunggu kondisi kapal dinyatakan aman, sementara aparat gabungan terus berjaga di lokasi kejadian dan mempersiapkan untuk melakukan evakuasi penumpang yang terjepit. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar