BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kunjungan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Sruning Burhanuddin, dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk memperkenalkan wajah baru kota minyak ini sebagai kota pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), bukan kota tambang.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini yang mendampingi Kepala Kejaksaan Agung RI dalam rapat koordinasi di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Samarinda.
Di sela kegiatan, rombongan menyempatkan diri singgah di Balikpapan. “Kunjungan Ibu Sruning Burhanuddin ke Balikpapan. Selain silaturahmi, kami ajak beliau menikmati kuliner khas dan mengunjungi kawasan Cagar Budaya Dahor,” ujar Bagus, di Rumah Cagar Budaya Dahor, di Jalan Dahor Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, pada Kamis (22/1/2026).
Dalam kunjungan ke kawasan Dahor, rombongan mendapatkan penjelasan langsung dari pegiat pariwisata mengenai sejarah kawasan tersebut, termasuk asal-usul nama Dahor yang berkaitan dengan wilayah Tabalong.
Tak hanya itu, sejarah Kota Balikpapan juga diperkenalkan, mulai dari ditemukannya sumur minyak pertama, Sumur Mathilda, sekitar 129 tahun lalu, tepat pada 10 Februari.
Bagus menegaskan, meski Balikpapan memiliki sejarah panjang sebagai kota minyak, arah pembangunan kini difokuskan pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal.
“Kami sampaikan bahwa Balikpapan bukan lagi kota tambang. Kami adalah kota MICE yang mendorong pariwisata dan potensi lokal. Kami juga perkenalkan berbagai kerajinan daerah, salah satunya manik-manik khas Kalimantan,” jelasnya.
Saat ini, Balikpapan memiliki sekitar 80 destinasi wisata yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari wisata bahari, wisata alam, hingga kawasan konservasi seperti Mangrove Center yang kerap menjadi tujuan wisatawan mancanegara. Sementara wisatawan domestik juga dimanjakan dengan pusat perbelanjaan modern.
“Ke depan, wisata alam dan bahari akan terus kami tingkatkan. Terlebih Balikpapan merupakan kota terdekat dengan Ibu Kota Nusantara. Ini menjadi karunia besar yang dapat menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM,” katanya.
Menurut Bagus, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak utama Pendapatan Asli Daerah (PAD), seiring dengan meningkatnya kunjungan wisata dan kegiatan berskala nasional maupun internasional.
“Kami berharap Ibu Sruning berkesan dengan Balikpapan. Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini dan berharap di lain waktu bisa kembali datang ke Balikpapan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar