BorneoFlash.com, BALIKPAPAN — Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., menghadiri Kagama Regional Leaders Forum (KRLF) 2025 yang digelar di Balai Senat Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) pada hari Jumat (12/12/2025).
Forum ini menjadi ruang strategis bagi para pemimpin daerah alumni UGM untuk berbagi gagasan dan solusi menghadapi tantangan pembangunan di tengah pengetatan fiskal.
KRLF 2025 diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (PP Kagama), dalam rangka Dies Natalis ke-67 Kagama dan Dies Natalis ke-76 UGM.
Forum tersebut menghadirkan puluhan kepala daerah, wakil kepala daerah, serta pejabat pemerintah alumni UGM dari berbagai wilayah Indonesia.
Mengusung tema “Sinergi Pusat–Daerah: Inovasi, Kolaborasi, dan Kepemimpinan di Era Pengetatan Fiskal”, forum ini menyoroti pentingnya kreativitas dan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Forum dibuka langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, serta dihadiri Ketua Umum PP Kagama Basuki Hadimuljono. Diskusi panel berlangsung dinamis dengan tema “Transformasi Daerah Berbasis Nilai: Kepemimpinan, Inovasi, dan Pemberdayaan Rakyat”.
Dalam forum tersebut, para kepala daerah alumni UGM diminta berbagi pengalaman konkret terkait strategi menghadapi keterbatasan fiskal.
Salah satu sorotan utama adalah upaya menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi aset dan penguatan badan usaha milik daerah (BUMD).
Bagus Susetyo menyampaikan bahwa pengetatan fiskal menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan inovatif, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dan investor.
“Optimalisasi aset daerah, seperti tanah milik pemerintah, bisa dikerjasamakan secara profesional. Selain itu, pengelolaan parkir dan penguatan BUMD juga berpotensi besar meningkatkan PAD,” ujarnya, kepada BorneoFlash.com, di Balai Kota Balikpapan, pada Senin (15/12/2025).
Ia menambahkan, gagasan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PP Kagama yang mendorong kepala daerah alumni UGM, untuk memaksimalkan potensi daerah masing-masing melalui kolaborasi dan inovasi kebijakan.
Dalam kesempatan itu, Wawali Balikpapan juga memaparkan praktik pengelolaan sampah di Kota Balikpapan, sebagai salah satu contoh kebijakan yang dapat direplikasi di daerah lain.
Paparan tersebut mendapat perhatian peserta sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan publik di tengah keterbatasan anggaran.
KRLF 2025 juga menjadi momentum penting dengan diluncurkannya Kagama Regional Leaders Network, sebuah platform kolaborasi antar kepala daerah alumni UGM untuk berbagi praktik terbaik dan memperkuat jejaring kebijakan lintas daerah.
Melalui forum ini, para alumni UGM berkomitmen untuk terus menjaga nilai kerakyatan dan menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar