Pemkot Balikpapan

Wawali Balikpapan: Mahasiswa Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah dan Bangsa

lihat foto
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, saat menyampaikan Orasi PBAK FUAD Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris, Samarinda, pada Selasa (26/8/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, terutama di era digital saat ini.

Mahasiswa, kata dia, bukan hanya agen perubahan sosial, tetapi juga garda terdepan dalam mendorong lahirnya inovasi dan solusi untuk menjawab tantangan zaman.

“Sejarah membuktikan, mahasiswa selalu hadir dalam momentum penting bangsa, mulai dari perjuangan kemerdekaan, reformasi, hingga gerakan sosial. Kini, tantangan kita bergeser, bukan lagi melawan penjajahan fisik, tetapi bagaimana menghadapi revolusi teknologi dan transformasi digital,” ujar Bagus Susetyo, dalam Orasi Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI), Samarinda, pada Selasa (26/8/2025).

Ia menilai, mahasiswa harus menjadi jembatan antara idealisme dan inovasi, antara ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan realitas sosial kemasyarakatan.

Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris, Samarinda, pada Selasa (26/8/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris, Samarinda, pada Selasa (26/8/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Namun, Bagus tidak menutup mata bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar seperti ketatnya persaingan kerja, ketidaksesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan industri, hingga disrupsi teknologi.

“Perusahaan cenderung mencari kandidat yang berpengalaman. Sementara lulusan baru seringkali belum memiliki pengalaman yang relevan. Karena itu, penting bagi dunia pendidikan untuk menyiapkan mahasiswa dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri,” jelasnya.


Selain itu, Bagus mengingatkan rendahnya literasi digital di Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN. Menurutnya, mahasiswa harus mampu tampil sebagai pionir dalam meningkatkan kesadaran dan kecakapan digital masyarakat.

Ia juga menyinggung peran penting perguruan tinggi, termasuk Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UINSI yang memiliki visi mencetak mahasiswa berkarakter, kritis, dan peduli sosial.

Menurutnya, visi ini sangat relevan dengan arah pembangunan Kota Balikpapan yang mengusung “Balikpapan Kota Global Nyaman untuk Semua dalam Bingkai Madinatul Iman.”

“Pembangunan kota bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat iman, serta menanamkan nilai sosial dan karakter,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemkot Balikpapan memiliki sembilan program prioritas pembangunan, mulai dari transformasi birokrasi, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, pengentasan stunting, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, hingga menjadikan Balikpapan sebagai kota ramah anak, inovatif, dan kreatif.

Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris, Samarinda, pada Selasa (26/8/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris, Samarinda, pada Selasa (26/8/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Bagus juga menekankan pentingnya mahasiswa menjadi sarjana yang unggul dan berdaya saing dengan tiga kompetensi inti yakni literasi digital, kemampuan adaptasi, serta hard skill spesialisasi yang mumpuni.

“Tujuannya adalah membentuk smart humanity, yakni manusia unggul yang mampu mendukung smart governance, smart economy, smart environment, dan smart society. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam arus globalisasi, tapi aktor utama dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar