Namun, perkiraan ini tidak memperhitungkan dampak lanjutan seperti tanah longsor, likuifaksi, dan tsunami.
Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, mengungkapkan bahwa lebih dari 2.000 laporan mengenai retakan struktural di gedung-gedung Bangkok telah diterima pascagempa.
Pemerintah Thailand pun berencana menginspeksi 700 bangunan untuk memastikan keamanannya.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami,” kata Chadchart dalam pernyataan yang dikutip oleh CNN, Sabtu (29/3/2025).
USGS sebelumnya melaporkan bahwa pusat gempa di Myanmar berada sekitar 16 kilometer sebelah barat laut Kota Sagaing, dengan kedalaman gempa sekitar 10 kilometer dari permukaan Bumi.
Pihak berwenang di Myanmar dan Thailand terus berupaya menangani dampak gempa ini, termasuk penyelamatan korban yang masih tertimbun reruntuhan serta memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. (*)





