PT Kilang Pertamina Balikpapan

Melalui Sosialisasi KEHATI, PT KPB Area Lawe-Lawe Sepenuh Hati Jaga Lingkungan

PT KPB di area kerja Lawe-Lawe melaksanakan Sosialisasi Perlindungan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Flora dan Fauna di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada hari Kamis (8/8/2024). Foto: HO/PT KPB
PT KPB di area kerja Lawe-Lawe melaksanakan Sosialisasi Perlindungan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Flora dan Fauna di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada hari Kamis (8/8/2024). Foto: HO/PT KPB
PT KPB menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang merupakan unit pelaksana teknis (UPT) dibawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Turut hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain, Bambang Haritrimarsito (Kepala Seksi Konservasi Wilayah III), Posda Gressya (PEH Muda), dan Siti Nurul Arshinta Dewi (Penyuluh Kehutanan Muda).

Kegiatan sosialisasi KEHATI mencakup sesi edukasi yang dilakukan PT KPB, tentang pentingnya menjaga kebersihan dan meningkatkan kepedulian serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Kegiatan terbagi menjadi 2 sesi yang melibatkan perwakilan warga dari Kelurahan Lawe-Lawe, Kelurahan Saloloang, Kelurahan Kampung Baru, Desa Girimukti, pekerja PT KPB dan kontraktor pelaksana pekerjaan.

Sosialisasi KEHATI merupakan rangkaian kegiatan penutup program biodiversity PT KPB tahun 2024, yang sebelumnya telah dilaksanakan antara lain dengan menyerahkan 1260 bibit buah kepada masyarakat, Bersih-Bersih Pantai Tanjung Jumlai dan Penajam Station serta Penanaman 1000 Bibit Mangrove. Rangkaian kegiatan ini juga sebagai bentuk sinergi antara perusahaan dengan pemerintah daerah setempat.

PT KPB melakukan ekspansi dengan membangun 2 (dua) buah tangki raksasa, untuk penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing satu juta barrel di area Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Direktur Pengembangan PT KPB Djoko Koen Soewito mengungkapkan bahwa saat ini KPB tengah berfokus melakukan penyelesaian proyek. Hingga awal Agustus 2024, progres pekerjaan pengembangan fasilitas Terminal Lawe-Lawe telah mencapai 85,67 persen.

"Di awal Agustus ini, alhamdulillah pekerjaan jalur pipa penyaluran minyak mentah baru dari Lawe-Lawe ke Kilang Balikpapan akan siap dioperasikan” ungkapnya.

Saat proyek ini selesai, RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe akan diproyeksikan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan, menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan meningkatkan kompleksitas kilang, untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan produk. "Hal ini sejalan dengan nawacita pemerintah menuju ketahanan, kemandirian dan kedaulatan energi," tutupnya. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar