Pansus III DPRD Paser Ambil Pelajaran ke Disdikbud Maros tentang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya 

oleh -
Editor: Ardiansyah
Kunker Pansus III DPRD Paser ke Disdikbud Kabupaten Maros Provinsi Sulsel pada 25 April lalu. Foto: IST/Humas DPRD Paser
Kunker Pansus III DPRD Paser ke Disdikbud Kabupaten Maros Provinsi Sulsel pada 25 April lalu. Foto: IST/Humas DPRD Paser

BorneoFlash.com, TANA PASER – Panitia Khusus (Pansus) III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser telah melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Disdikbud Kabupaten Maros Provinsi Sulsel pada 25 April lalu. 

 

Kunker tersebut dilaksanakan dalam rangka koordinasi mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya yang saat ini tengah dikerjakan oleh DPRD Paser

 

Ketua Pansus III DPRD Paser, Rahmadi mengatakan bahwa Cagar Budaya merupakan warisan yang perlu dikelola dan dilestarikan. “Karena cagar budaya memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, serta kebudayaan,” katanya, Rabu (1/5/2024). 

 

Hal tersebut diperkuat dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang kawasan cagar budaya, yang perlu dikelola oleh pemerintah. 

 

“Dengan meningkatkan peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan bagunan-bagunan cagar budaya. Itulah yang menjadi bahan kajian kami, saat Kunker ke Disdikbud Kabupaten Paser,” katanya. 

 

Kabupaten Maros dipilih sebagai lokasi Kunker karena pernah tercatat sebagai daerah kerajaan di Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni kerajaan Marusu dengan raja pertama bergelar Karaeng Loe ri Pakere. 

 

Kemudian Kabupaten Maros juga tercatat pernah menerima penghargaan dan apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI). 

 

“Kabupaten Maros juga menjadi pusat penelitian arkeologi nasional, atas upaya Pemkab Maros dalam pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya sebagai potensi ekonomi,” kata Rahmadi. 

 

Ia mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkab Maros, dan diakui banyak mengambil pelajaran dari pengalaman yang sudah dilakukan. 

 

“Dengan raperda yang tengah kita godok ini, maka penting membangun aturan yang komprehensif dan berkelanjutan dalam pelestarian dan pengelolaan cagar budaya,” katanya. 

Baca Juga :  Kota Balikpapan Jadi Tuan Rumah Jambore Pemuda Daerah Kaltim 2024

 

Rahmadi juga mengatakan bahwa pelestarian dan pengelolaan cagar budaya diperlukan adanya sinergitas bersama seperti yang dilakukan oleh Pemkab Maros. 

 

Adapun langkah yang diambil dengan membentuk payung hukum, dalam hal ini Peraturan Daerah (Perda)

 

“Juga perlu dibentuk tim ahli cagar budaya (TACB) yang anggotanya ditetapkan pemerintah daerah, yang dapat memudahkan penetapan objek diduga cagar budaya dan kalau Paser belum ada TACB maka bisa pinjam ke kabupaten lain,” tutup Rahmadi. 

 

Kunker Pansus III DPRD Paser ke Kabupaten Maros diikuti oleh Rahmadi, Mulyani, Yuliani,  Ramlie, Dian Yuniarti, Sabilar Rusdi dan Muhamad Saleh. (Adv/Joe)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.