Berita Kota Balikpapan

Pencanangan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Syariah kepada 1000 Imam Masjid dan Guru-Ustadz Se Kota Balikpapan

lihat foto
Kepala Unit Pengembangan Wilayah 2 Bursa Efek Indonesia, Nur Rachma Handayanie. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Kepala Unit Pengembangan Wilayah 2 Bursa Efek Indonesia, Nur Rachma Handayanie. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kementerian Agama Kota Balikpapan, melaksanakan pencanangan literasi dan inklusi pasar modal syariah kepada 1000 imam masjid dan guru/ustadz Se Kota Balikpapan.

Kepala Unit Pengembangan Wilayah 2 BEI, Nur Rachma Handayanie mengatakan BEI bersama dengan OJK menyelenggarakan program yang serupa ini di seluruh Indonesia.

"Kami mencanangkan program literasi atau edukasi terkait tentang pasar modal Indonesia dengan satu tujuan pemerataan informasi," ujarnya pembukaan pencanangan literasi dan inklusi pasar modal syariah, di Hotel Pasific pada hari Selasa (29/8/2023).

Ia mengungkapkan informasi pasar modal Indonesia ini tidak hanya disampaikan kepada orang-orang yang ada di Jakarta saja tetapi juga di seluruh Indonesia, sehingga semua mendapatkan informasi.

Pasalnya, penyebarluasan informasi dan sosialisasi ini penting dalam masyarakat pasar modal, supaya perekonomian di Indonesia juga semakin tumbuh dan semakin maju.

Kali ini, menargetkan setidaknya 1.000 investasi model Syariah baru di lingkungan Kementerian Agama Kota Balikpapan, yang terdiri dari Ustad atau Ustadzah, Guru Pendidikan Islam, Guru Raudhatul Aftal, Guru Pondok Pesantren, Guru Majelis Taklim, Guru Utama Pendidikan Quran, Dewan Masjid Indonesia.

Kegiatan ini dirangkai dengan peresmian dua galeri investasi digital bersama Indonesia di Institut Teknologi Kalimantan dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Madani Balikpapan yang beranggota bursa PT intraco sekuritas.

Peresmian dua galeri investasi digital bersama Indonesia di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Madani Balikpapan yang beranggota bursa PT intraco sekuritas. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Peresmian dua galeri investasi digital bersama Indonesia di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Madani Balikpapan yang beranggota bursa PT intraco sekuritas. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

Dengan diresmikannya dua galeri ini, maka galeri investasi di Kalimantan Timur sebanyak 19 galeri. Adapun fungsi galeri investasi ini untuk menginformasikan mengenai pasar modal, menginformasikan mengenai investasi saham Reksadana dan produk-produk pasar modern yang lainnya kepada masyarakat.

"Saya mewakili jajaran manajemen Bursa Efek Indonesia mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Timur, Kementerian Agama Kota Balikpapan, Dewan Masjid dan semua pihak yang terkait berpartisipasi pada acara hari ini," ungkapnya.


Berharap sinergi dan kolaborasi ini akan terus terjalin dan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, Johan Marpaung mengatakan untuk mengembangkan peran dan fungsinya Kementrian Agama di tengah masyarakat, maka Kementerian Agama meraba Bursa Efek Indonesia.

"Peran Kementerian Agama itu harus ada di setiap lini kehidupan. Saham itu sebenarnya bahasa arab," ujarnya.

Sehingga tepat sekali, Bursa efek ini berkolaborasi dan bersinergi dengan Kementrian Agama di bawah gerbong-gerbong Kementerian Agama.

"Kalau hanya 1000 sedikit, kita biasa menghadirkan 10 -20 ribu dari Kementerian Agama, belum lagi pondok pesantren, madrasah-madrasah, majelis taklim. Kalau kita gerakan, potensi-potensi di Kementerian Agama akan membantu pembangunan di Kota Balikpapan," katanya.

Kegiatan ini menghadirkan ulama dan dewan masjid, supaya bisa mengawal syariahnya itu seperti apa, dan dari sisi legalitasnya itu seperti apa. Maka menghadirkan Forkopimda Kota Balikpapan supaya jelas bahwa hal ini memang tidak ditutupi, agar tidak ada asumsi masyarakat terkait investasi bodong.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, Johan Marpaung. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, Johan Marpaung. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

"Kami dari Kementrian Agama dan tokoh agama memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kegiatan ini, supaya kedepan imam masjid memiliki pemahaman terkait pasar modal," pungkasnya.

Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan papan dukungan pencanangan dari Wali Kota Balikpapan atau yang mewakili, Kepala OJK Kaltim; Kepala Unit Pengembangan Wilayah 2 Bursa Efek Indonesia; Kementerian Agama Kota Balikpapan; Direktur PT CGS-CIMB Sekuritas dan Perwakilan Pimpinan Dewan Masjid Indonesia Kota Balikpapan.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar