BorneoFlash.com, JAKARTA - Sedang ramai beredar di media sosial video aksi pelemparan anjing hidup ke rawa berisi buaya, Pertamina EP (PEP) Tarakan Field pun menjawab hal tersebut.
Senior Manager Relations PEP Tarakan Field, Farah Dewi menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian tersebut dan menegaskan tidak membenarkan kejadian tersebut.
"Pertamina EP Tarakan Field menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan tidak dapat membenarkan sama sekali perilaku penganiayaan hewan yang terjadi di Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan yang videonya viral," kata Farah dalam keterangan tertulis, yang dilansir BorneoFlash.com dari Detik pada Sabtu (17/6/2023).
Farah pun menjelaskan bahwa para pelaku bukanlah pekerja di PEP Tarakan Field. Kejadian tersebut juga tidak berada di wilayah operasi perusahaan.
"Para pelaku bukanlah pekerja di PEP Tarakan Field dan kejadian tersebut tidak berada di wilayah operasi perusahaan," ucapnya.
Ia juga menambahkan, PEP Tarakan Field akan terus mendorong Perusahaan yang mempekerjakan para pelaku untuk mengambil langkah yang diperlukan dengan meminta pertanggungjawaban dari para pelaku.
"Termasuk meminta para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Pihak PEP Tarakan Field akan terus menjalankan komitmen untuk melindungi keselamatan manusia dan lingkungan hidup dalam setiap kegiatan operasi dan bisnis Perusahaan.
Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Ia menegaskan bahwa para pelaku ini bukanlah pekerja Pertamina.
"Individu ataupun perusahaan yang saya cek itu bukan Pertamina, tapi kontraktor yang ada di Nunukan, saya minta tindakan tegas! Karena ini biadab," kata Erick saat ditemui di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (17/6/2023).
Erick mengecam keras kejadian tersebut. Ia menyatakan, telah menyaksikan langsung proses diskusi yang dilakukan bersama dengan Pertamina dalam mengusut kejadian ini. Harapannya, para pelaku akan diberi tindakan tegas.
"Saya sangat terkejut, dan marah. Ketika perlakuan kepada binatang, termasuk yang di berita, dan kebanyakan ada di Indonesia. Harus dijaga," kata Erick.
"Saya melihat kejadian diskusi dengan direksi Pertamina, untuk mengambil tindakan tegas, setegas-tegasnya! Karena ini ada UU Perlindungan Binatang. Apakah kucing-kelinci, apakah semua itu harus ada perlindungan yang tetap," ucapnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar