BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, resmi membuka posko terpadu transportasi angkutan udara lebaran Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah Tahun 2023, sejak tanggal 14 April - 2 Mei 2023 yang berlokasi di lobby keberangkatan.
Posko terpadu dilaksanakan berdasarkan Instruksi Dirjen Perhubungan Udara tentang penyelenggaraan posko terpadu transportasi angkutan udara Hari Raya lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah Tahun 2023.
Personel posko terdiri dari unsur internal PT Angkasa Pura I, TNI, Polri dan instansi terkait dengan total enam orang per shift.
Dalam sambutannya, General Manager Angkasa Pura I Kota Balikpapan, Ahmad Syaugi Shahab menyampaikan pembukaan posko terpadu ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah penumpang pada saat mudik lebaran.
Adapun fungsi dari posko tersebut adalah melaksanakan monitoring, pelaporan serta pengendalian operasional Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan selama 19 hari kedepan yakni mulai tanggal 14 April 2023 hingga 2 Mei 2023.
Terkait dengan prediksi puncak arus mudik lebaran diperkirakan terjadi pada tanggal 18 april 2023, dengan perkiraan 8.415 penumpang berangkat, sedangkan puncak arus balik pada tanggal 30 april 2023 sebanyak 7.224 penumpang yang datang.
Sebagai informasi, pada arus mudik lebaran tahun 2022 lalu tercatat sebanyak 1.835 pesawat dan 188.243 penumpang yang datang maupun berangkat melalui Bandara SAMS Sepinggan.
Diprediksi pada lebaran tahun 2023, jumlah pesawat akan naik sebesar 2,5 persen yakni 1.882 pergerakan dan penumpang naik sekitar 7 persen yakni 201.442 baik yang datang maupun berangkat.
Ia juga pastikan seluruh fasilitas dan kegiatan operasional di Bandara SAMS Sepinggan, dapat dioptimalkan dan dapat sebaik mungkin untuk kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa, agar dapat terbang dengan aman dan sehat.
"Marilah kita bersama-sama meningkatkan sinergi koordinasi dan komunikasi untuk memastikan tingkat keamanan, kenyamanan, keselamatan, ketertiban, dan kesehatan bersama," ujarnya.
Salah satu penumpang, Dr (chd) Efraim Laluas berharap penerbangan tidak delay dan maskapai penerbangan tidak menunda atau membatalkan penumpangnya.
"Saya berharap harga tiket pesawat jurusan ke Manado dapat turun yang sebelumnya harga Rp 800 ribu naik menjadi Rp 2 juta lebih," terangnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar