Pemkab Mahakam Ulu

Wakil Bupati Mahakam Ulu Hadiri Sosialisasi PMU dan Pengelolaan DBH-DR: Masyarakat Didorong Buka Lahan Pertanian Secara Sistematis

lihat foto
Wakil Bupati Mahakam Ulu, Drs. Yohanes Avun M.Si membuka acara Sosialisasi dan Koordinasi Pembentukan Project Management Unit (PMU) serta Pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) Desa Kabupaten Mahulu di ruang Meeting
Wakil Bupati Mahakam Ulu, Drs. Yohanes Avun M.Si membuka acara Sosialisasi dan Koordinasi Pembentukan Project Management Unit (PMU) serta Pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) Desa Kabupaten Mahulu di ruang Meeting Room Cafe Vespapora Ujoh Bilang pada Kamis (23/03/2023). Foto:Prokopim Mahulu

BorneoFlash.com, UJOH BILANG - Wakil Bupati Mahakam Ulu, Drs. Yohanes Avun M.Si membuka acara Sosialisasi dan Koordinasi Pembentukan Project Management Unit (PMU) serta Pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) Desa Kabupaten Mahulu di ruang Meeting Room Cafe Vespapora Ujoh Bilang pada Kamis (23/03/2023).

Acara ini merupakan bagian dari program Tata Kelola Lingkungan Hidup berkelanjutan antar wilayah atau Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) yang digagas oleh Kementerian PPN/Bappenas dan United States Agency for International Development (USAID), yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Mahulu.

Turut hadir dalam acara ini Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Kristina Tening, S.H.,M.Si., Sekretaris Bapelitbangda Franciskus Hului, S.E., M.Si., serta perwakilan OPD dan USAID SEGAR Kalimantan Timur, Rahmina sebagai Environmental Governance Specialist serta Ari Wibowo sebagai Green Supply Chain Specialist.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menyatakan bahwa kegiatan ini seharusnya dapat mendorong masyarakat untuk membuka lahan pertanian dengan sistematis, sehingga para petani dapat bergantung dari hasil pertanian dan perkebunan.

“Yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pertanian dan perkebunan dibuat secara sistematis jadi para petani kita diarahkan ke bisnis sehingga nantinya bisa mendapat pendapatan dan bergantung dari hasil pertanian dan perkebunan” ucap Wabup.

Dalam hal ini, Wakil Bupati juga menambahkan bahwa penggunaan Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk membeli alat penunjang pertanian dan perkebunan yang dapat digunakan untuk membersihkan lahan, sehingga tidak perlu menggunakan sistem bakar ladang.


“Saya juga berharap di kampung-kampung melalui dana desa bisa membeli alat penunjang pertanian dan perkebunan yang bisa dipakai untuk membersihkan lahan-lahan sehingga tidak dibakar” terang Wabup.

Dalam kesempatan yang sama, Rahmina dari program USAID-SEGAR Provinsi Kaltim menjelaskan bahwa pembentukan PMU bertujuan untuk mengawal anggaran, terutama saat alokasi dana masuk di dalam daerah.

Pembentukan PMU ini menjadi kebutuhan untuk memastikan pengawalan dana yang masuk ke penganggaran daerah, dan USAID-SEGAR bertugas membantu pengawalan dana di Kabupaten Mahakam Ulu, Berau, dan Kutai Timur.

Implementasi program penurunan emisi berbayar Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) Carbon Fund Kaltim 2020-2024 juga sudah memasuki tahap payment atau pembayaran atas partisipasi dalam mengurangi emisi karbon khususnya di Kabupaten Mahakam Ulu.

Acara ini diharapkan dapat berkontribusi positif dalam upaya pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di Kabupaten Mahakam Ulu. (ADV)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar