BorneoFlash.com, UJOH BILANG - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Fransiskus Xaverius Lawing menanggapi terkait adanya warga yang terlantar akibat tidak adanya perahu pengangkut ke kampungnya.
Lawing mengatakan, sejak awal Pemkab Mahulu melalui Dinas Perhubungan telah membantu warga, yakni saat pasien bernama Lung Gun akan dirujuk ke RSUD HIS.
"Waktu itu ada warga yang memohon bantuan untuk membawa pasien rujukan. Kita melalui program Penyediaan Ongkos Angkut (POA) menyiapkan perahu untuk membantu membawa pasien ini dari Long Bagun," ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (8/11/2022) lalu.
Namun takdir berkehendak lain, saat di RSUD HIS, Lung Gung yang merupakan warga Long Pahangai tersebut meninggal dunia.
Dan ketika hendak dibawa pulang ke kampungnya tidak mendapatkan speedboat. Ha ini disebabkan tidak adanya bahan bakar atau BBM.
Atas informasi dari pihak keluarga, Pemkab Mahulu melalui Dinas Perhubungan kembali membantu dengan menurunkan speedboat POA. Hanya saja karena sudah malam tidak bisa berangkat dan baru pagi hari bertolak untuk menjemput.
"Jadi perlu kami luruskan di sini tidak ada kekecewaan dari pihak keluarga. Justru mereka menyampaikan terima kasih karena telah dibantu," ungkap Lawing.
Pagi hari sekitar pukul 07.00 jenazah Lung Gun yang merupakan veteran TNI itu akhirnya diangkut menggunakan perahu POA ke kampung halamannya.
"Untuk diketahui jenazah almarhum diantar dari Tering sampai ke Long Bagun sesuai permintaan keluarga," jelasnya.
Seperti diberitakan, akibat harga bahan bakar minyak (BBM), utamanya BBM bersubsidi jenis Pertalite dan solar menyebabkan kelangkaan di Kubar dan Mahulu.
Dampak dari ini membuat sejumlah masyarakat kesulitan mencari nafkah, salah satunya bagi para matoris speedboat.
Mereka mengaku terdampak akibat kelangkaan BBM ini. Armada speedboat rute Tering-Long Bagun misalnya. Banyak dari tidak bisa jalan karena tidak ada BBM.
Dan akibat dari tidak beroperasinya speedboat karena kesulitan BBM ini menyebabkan kisah duka bagi warga Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahulu.
Dimana pada Senin (7/11/2022), jenazah almarhum Lung Gun, salah satu warga setempat yang diberangkatkan dari RSUD HIS terpaksa diinapkan di Pelabuhan Rakit Sida, Kecamatan Tering, Kubar karena tidak ada angkutan.
Speedboat yang hendak membawa jenazah veteran TNI AD berpangkat Sersan Mayor ini tidak mendapat BBM yang dijual seperti biasanya di kios pengecer BBM bersubsidi di wilayah tersebut.
“Jenazah terpaksa diinapkan di rakit sida untuk malam ini, karena speedboat yang hendak membawanya, tidak dapat BBM,” ungkap Bernard Yopie, keluarga dari almarhum saat dikonfirmasi, melalui pesan WhatsApp pukul 22.00 WITA kemarin malam.
Keluarga sudah berupaya menghubungi pihak Pemkab Mahulu agar segera memberi bantuan armada speedboat untuk membawa jenazah almarhum. Namun baru keesokan hari Armada speedboat bantuan datang.
"Kami sudah telepon minta bantuan besok pagi sekira jam 7.00 WITA (pagi ini) akan berangkat melakukan penjemputan jenazah dan keluarga duka,” tuturnya.
Bernard menjelaskan, setelah jenazah almarhum yang diberangkatkan dan tiba di Long Bagun.
Selanjutnya akan kembali diberangkatkan menuju tanah kelahirannya dan dikebumikan di Kecamatan Long Pahangai.
“Yaa almarhum keluarga dari istri saya, sama sama dari Long Pahangai. Saat ini saya bersama keluarga duka menemani jenazah almarhum. Bersyukur cuaca malam mini lagi cerah, akan tetapi arus sungai Mahakam masih terus naik,” kata dia.
Informasi yang dihimpun, almarhum merupakan pemuda Mahulu pada zamannya sebagai pejuang Raiders/Redes TNI yang direkrut membela kemerdekaan NKRI. (Adv)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar