BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meninjau Latihan Bersama (Latma) prajurit Yonif 623/Bakti Wira Utama dengan US Army yang diberi nama Latihan Bersama Super Garuda Shield Tahun 2022, di Markas Yonif Raider 600/Modang, Jumat (5/8/2022).
Panglima TNI mengatakan, kedatangannya kesini ingin melihat perkembangan latihan bersama. Panglima TNI pun berinteraksi dengan para personil Super Garuda Shield Tahun 2022, untuk mengetahui kedekatan kedua negara ini selama empat hari telah melakukan latihan bersama.
Personil yang mengikuti Latma tahun 2022 ini berbeda dari tahun lalu. Kali ini, kompi Indonesia berasal dari Batalyon 623 yang ada di Banjarmasin. Begitu juga sebaliknya dengan personil Us Army.
"Kompi ini sama seperti tahun lalu, kekuatan satu kompi dari US Army dan satu kompi dari Indonesia," ujarnya kepada awak media saat jumpa pers usai meninjau Latma.
Jenderal Andika Perkasa melihat, Latma Super Garuda Shield Tahun 2022 yang berlangsung dari tanggal 01-14 Agustus 2022 sudah mulai menyatu, padahal baru beberapa hari saja.
"Kita masih punya sembilan hari. Sehingga saya yakin di hari kesembilan tujuan utama kita yaitu membuat interaksi kedua belah kompi ini akan semakin dekat," ucapnya.
Latma ke 16 tahun 2022 melibatkan 13 negara yang dilaksanakan di empat titik latihan yakni Amborawang Balikpapan, Puslatpur Kodiklad Baturaja di Sumatera Selatan, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang dan di Dabo Singkep Kepulauan Riau.
"Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih besar lagi disini kita hadirkan dari negara-negara lain, termasuk yang tahun ini ada di Batu Raja. Selamat berlatih," serunya.
Panglima TNI menyampaikan apabila Latma ini dimulai dari pemaparan teori selama empat hari dan sejak hari ini memperkenalkan miles yang merupakan alat dari US Army.
Untuk membuat latihan itu realistis meskipun peluru bukan peluru tajam melainkan peluru hampa, tapi karena ini sudah berteknologi komputer maka saat orang terkena tembakan secara otomatis alat ini akan berbunyi.
"Kenanya pun spesifik, kena di tangan kah, di dada atau diperut. Jadi disini kelihatannya hanya memakai peluru hampa tidak main-main. Kalau sembunyi nggak bagus pasti kena. Itu teknik-teknik," terangnya.
Dijelaskan Panglima TNI, Latma ini saling belajar satu sama lain antar kedua negara untuk bisa meraih ilmu dari beberapa latihan yang diselenggarakan. Salah satu contoh, latihan serangan kompi. Serangan ini berbeda tempat berbeda juga tantangannya, sehingga setiap latihan itu ada pelajaran baru yang diperoleh.
"Kita satu sama lain mempelajari hal baru. Bahkan, prajurit kita sendiri, karena mereka ada di Banjarmasin dan sekarang ada di Amborawang, pasti ada hal baru," terangnya.
Di Sela-sela kunjungan tersebut, US Army juga menampilkan drone black hornet yang merupakan kelengkapan pleton.
"Kita juga punya drone yang sama, tapi kita baru akan datang yang proses pengadaannya sudah dimulai awal tahun lalu. Dalam interaksi ini, interorpabilitas satu sama lain kita belajar termasuk teknologi kedua belah pihak. Itu bisa memberikan wawasan baru buat kita," paparnya
Terkait Latma yang akan digelar di daerah perbatasan, Panglima TNI menuturkan jika setelah Latma Super Garuda Shield ini selesai baru akan dibahas dalam Perencanaan Awal yang dilakukan tahun depan. Dalam pembahasan itu akan dibicarakan, karena hal ini harus disepakati semua pihak.
"Tidak bisa misalnya hanya kita saja. Kita juga ingin memastikan kalau penyelenggaraan di daerah latihan. Kita yakin karena ada hubungannya dengan penembakan peluru tajam.
Kalau daerah latihan merupakan milik angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara memang sudah biasa digunakan dan dari segi keamanan juga bagus," jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa didampingi istri Ny Hetty Andika Perkasa,Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan dan jajaran pejabat utama Kodam VI/Mulawarman.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar