SKK Migas Kalsul

Eni Muara Bakau Renovasi Gedung SDN 020 Handil Baru  

Eni Muara Bakau Renovasi Gedung SDN 020 Handil Baru  
Klik untuk memutar video
Kondisi Bagian Depan Sekolah Dasar (SD) Negeri 020 Jalan Raya Kelurahan Handil Baru Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, KUTAI KARTANEGARA - Pentingnya sinergitas antara Pemerintah dengan Perusahaan atau stakeholder dalam mewujudkan pembangunan dan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Seperti yang dilakukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang dilaksanakan Eni Muara Bakau, melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di Kelurahan Handil Baru Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara.

Eni Muara Bakau sangat peduli terhadap lingkungan sekitar, salah satunya kepedulian terhadap dunia pendidikan. Dengan membantu beberapa sekolah yang berada di wilayah Samboja mulai dari perbaikan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan guru maupun pelajar dengan memberikan pelatihan.

Kepala UPT Lembaga Kependidikan Kecamatan Samboja Hj Saniah membenarkan jika Eni Muara Bakau telah banyak membantu Dinas Pendidikan Samboja.

"Mudah-mudahan Eni selalu membantu Dinas Pendidikan yang kita butuhkan," ujarnya kepada awak media, di Sekolah Dasar (SD) Negeri 020 Jalan Raya Kelurahan Handil Baru Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (28/7/2022).

Saniah memaparkan beberapa Sekolah Dasar (SD) yang telah mendapatkan perhatian Eni Muara Bakau diantaranya SD Negeri 020 dengan merenovasi atap sekolah yang tidak layak untuk digunakan sebagai tempat belajar mengajar. Termasuk perbaikan kantor guru SDN 020.

"Bantuan Eni Muara Bakau di SDN 020 ada rehab kantor, rehab sekolah. Mudah-mudahan nanti gedung pertemuan dibantu lagi," ungkapnya.


Tak hanya SDN 020 yang mendapatkan perhatiannya tetapi SDN 006 mendapatkan bantuan pembangunan perpustakaan, SDN 014 mendapatkan renovasi sekolah, SMPN 6 mendapatkan perbaikan toilet dan sambungan air, SDN 001 dibagunkan kantin sekolah. Khusus SDN 001 akan dijadikan contoh sebagai sekolah Adiwiyata dari gagasan Eni Muara Bakau.

"Mudah-mudahan terlaksana menjadi sekolah Adiwiyata, sehingga menjadi contoh bagi sekolah lain dan juga bagi perusahaan lain. PT ini loh membentuk pendidikan jadi begini, sehingga ini menjadi contoh untuk perusahaan lain. Alhamdulillah, Eni Muara Bakau banyak sekali membantu bukan hanya SD tetapi TK pun juga dapat," serunya.

Selain perbaikan infrastruktur, Eni Muara Bakau memberikan pelatihan bagi para guru untuk menjadi guru penggerak. Guru-guru ini ingin menjadi guru penggerak, memang menjadi guru penggerak kalau tidak tahu IT sulit untuk menuju ke sana. Guru penggerak itu dasar guru mengembangkan sayapnya.

"Tenaga gurunya ini kurang apa sih. Dari PT inilah kita mendapatkan pelatihan, untuk bisa menjadi guru penggerak. Apa yang menjadi kebutuhan kita bisa terpenuhi," terangnya.

Saniah mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan Eni Muara Bakau dengan mengajukan proposal terlebih dahulu. "Alhamdulillah, proposal kita disetujui dan proses pengerjaannya pun tidak membutuhkan waktu lama," tuturnya.

Sementara Kepala Sekolah SDN 020 Murtihari mengucapkan terima kasih kepada Eni Muara Bakau atas bantuan yang telah diberikan seperti perbaikan kantor guru, perbaikan atap dan plafon sekolah sudah rapuh dan ketika hujan selalu bocor.

"Alhamdulillah, mendapatkan bantuan dari Eni Muara Bakau. Semua diganti, sehingga anak-anak menjadi nyaman belajar dan kantor guru menjadi bagus," jelasnya.


Bantuan Eni Muara Bakau tidak hanya infrastruktur saja melainkan memberikan pelatihan kepada tenaga pengajar dan tenaga operator. Bahkan, murid SDN 020 saat liburan semester II mendapatkan sekolah alam Etam selama tiga hari.

"Diajari gimana lingkungan yang sehat, gimana memanfaatkan sampah yang ada dapat dibuat beberapa kerajinan, bagaimana cara bertani yang baik. Anak-anak diberikan contoh," katanya.

Murtihari berharap bantuan ini dapat berkelanjutan dan rencananya akan meminta, untuk merenovasi gedung SDN 020 yang tidak dipergunakan untuk dijadikan gedung pertemuan dan tempat mushola. "Ini usulan saya," imbuhnya.

Ia mengakui bahwa bantuan yang diterima dari perusahaan yang berada di wilayah Samboja ini baru Eni Muara Bakau. Perusahaan inilah yang memberikan perhatian dengan menggelontorkan ratusan juta kepada Sekolah yang memiliki 119 peserta didik.

Selaras dengan Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) inti 1 wilayah timur Samboja H Erwani mengatakan sekolah yang sudah masuk dalam pembinaan ENI Muara Bakau sebanyak tujuh SD satu Sekolah MI dan lima TK. "Alhamdulillah, dengan keberadaan perusahaan ENI sekolah ini merasa terbantu," sebutnya.

Ada program-program yang telah dibahas untuk lima tahun kedepan akan terus berjalan baik kegiatan siswa maupun sarana dan prasarana yang akan dilakukan secara bergilir.

"Alhamdulillah, kegiatan 17 Agustusan beberapa tahun terakhir ini semua difasilitasi oleh ENI Muara Bakau, baik gerak jalan maupun lomba lain. Cuman selama Pandemi saja tidak bisa kamu lakukan," ucapnya.


Atas kepedulian Eni Muara Bakau terhadap sektor pendidikan, akhirnya mendapatkan apresiasi dari Bupati Kutai Kartanegara Edy Damansyah dan juga Badan Guru Penggerak (BPG) dari LPMP Samarinda. "Kami juga merasa bangga," tegasnya.

Sebagai informasi, bantuan yang diberikan kepada sekolah yang saat ini masuk dalam pembinaan ENI Muara Bakau terlebih dahulu dikoordinasikan kepada pihak Kelurahan dan Kecamatan, agar bantuan yang diberikan tidak terjadi tumpang tindih.

"Apakah sekolah ini sudah ada yang bantu atau belum. Data kita dapat dari Kelurahan dan Kecamatan, sehingga semua dapat berjalan," tutupnya.

Kondisi SDN 020 Kelurahan Handil Baru Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Foto: BorneoFlash.com/Niken.
Kondisi SDN 020 Kelurahan Handil Baru Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

Berdasarkan pantauan BorneoFlash.com saat berkunjung ke SDN 020 Handil Baru ini melihat gedung yang belum mendapatkan renovasi ini terlihat tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Namun, setelah pengajuan proposal SDN 020 ke ENI Muara Bakau disetujui. Maka sekolah ini menjadi sangat layak digunakan. Meskipun, halaman sekolah masih terlihat becek ketika hujan.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar