Duta Anti Narkoba Kota Balikpapan

Bentuk Upaya Pemerintah Cegah Penyalahgunaan Narkoba Melalui Duta Anti Narkoba 

Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balikpapan Doortje Marpaung bersama Kepala BNN Kota Balikpapan Kompol Risnoto bersama Duta Anti Narkoba Kota Balikpapan tahun 2022 di Atrium Plaza Balikpapan, Sabtu Malam (15/1/2022). Foto : BorneoFlash.
Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balikpapan Doortje Marpaung bersama Kepala BNN Kota Balikpapan Kompol Risnoto bersama Duta Anti Narkoba Kota Balikpapan tahun 2022 di Atrium Plaza Balikpapan, Sabtu Malam (15/1/2022). Foto : BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Salah satu bentuk upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba dengan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa Narkoba sangat berbahaya, yakni melalui Duta Anti Narkoba.

Apalagi peredaran Narkotika dan obat-obatan berbahaya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan yang menyatakan angka prevalensi penggunaan Narkoba di Kota Balikpapan naik dari 1,8 persen tahun 2019 menjadi 1,95 persen pada tahun 2021.

"Dalam dua tahun ini, berarti ada kenaikan 0,15 persen dari jumlah penduduk Balikpapan yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba," jelas Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balikpapan Doortje Marpaung ditemui saat mewakili Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud dalam pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Balikpapan tahun 2022 di Atrium Plaza Balikpapan, Sabtu malam (15/1/2022).

Informasi yang diterima dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Balikpapan, lanjut Doortje menuturkan bahwa penduduk Balikpapan berjumlah 704 ribu jiwa.


Dengan adanya kenaikan 1,95 persen pada tahun 2021, artinya ini cukup banyak peningkatan. Namun, jika dilihat dari jumlah pemuda di Kota Balikpapan yang berusia 16-30 tahun sekitar 165 ribu pemuda, yakni 24 persen dari penduduk Balikpapan.

"Potensi cukup besar, jika kami tidak mengarahkan ke hal-hal yang positif. Semoga angka ini di tahun ke depan dapat menurun," paparnya.

Untuk menanggulangi ini, perlunya kerja sama seluruh stakeholder untuk menurunkan angka penyalahgunaan Narkoba.

Saat ini sudah ada relaksasi, sehingga Forum Duta Anti Narkoba Kota Balikpapan dapat mensosialisasikan diluar dari kegiatan BNN Kota Balikpapan.

"Kegiatan yang dapat membawa pemuda ke arah positif, menambah perekonomian dan lainnya," terangnya.

Mengingat, kenaikan angka prevalensi dibarengi dengan peningkatan angka penyalahgunaan Narkoba pada kelompok umur 12-24 tahun. Artinya, dibawah pemuda umur 12-16 tahun sudah terkena penyalahgunaan Narkotika.

"Sangat kami sayangkan dan ini menjadi keprihatinan kami bersama, sekaligus agar para orang tua, masyarakat saling peduli dan mengingatkan akan bahayanya narkoba," serunya.

Sehingga, Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud berharap pemilihan Duta Anti Narkoba menjadi mitra dalam upaya pencegahan Narkoba. "Jadi tidak ada hanya ajang seremonial, euforia tapi sebagai mitra pencegahan narkoba," tutupnya.

Terpilih, Duta Anti Narkoba Kota Balikpapan tahun 2022 yakni siswa SMAN 1 Balikpapan Muhammad Fauzy dan siswi SMKN 3 Balikpapan Jennifer Violita.

(BorneoFlash.com/Niken)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar