BorneoFlash.com, TANA PASER - Rute angkutan bus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Damri yang melintas di Kabupaten Paser kini berubah jadwal, Minggu (5/12/2021).
Sebelumnya dari arah Banjarmasin, tiba di Kabupaten Paser pukul 09.00 Wita, kemudian dari arah Samarinda, tiba di Paser sekitar pukul 16.30 Wita.
Jadwal tersebut kini berubah sejak 6 November 2021, dari arah Banjarmasin tiba di Tanah Grogot, Kabupaten Paser sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, sementara dari arah Samarinda tiba di Tanah Grogot sekitar pukul 20.00 wita malam.
Perubahan jadwal tersebut guna menghindari benturan jadwal dengan angkutan antar kabupaten, baik itu armada Colt L300 maupun Bus rute Tanah Grogot ke Penajam dan sebaliknya.
Dengan lokasi pemberhentian di kawasan Telaga Ungu kilometer 5 (Pangkalan Damri).
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Paser Sumbar Dwi Praptono mengatakan hal ini sudah disepakati saat rapat bersama belum lama ini.
Guna menghindari benturan jadwal angkutan lokal antar kabupaten.
"Yah, sama-sama cari rezeki, jadi biar tidak berbenturan jadwalnya," katanya.
Dampak dari perubahan jadwal tersebut dirasakan langsung oleh salah satu sopir bus trayek Tanah Grogot ke Penajam dan sebaliknya.
Pria yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, jumlah penumpang kini mulai meningkat sejak adanya perubahan jadwal Damri, selain itu dampak minimnya kasus Covid-19 dan tidak ada lagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.
Ia mengaku, di hari biasanya sangat sedikit penumpang dan terkadang tidak ada satupun untuk naik di busnya, namun kini sudah mulai ada meskipun masih hitungan jari.
"Pernah jadwal sudah diundur lebih dari 30 menit, tidak ada juga satupun penumpang dan akhirnya bus batal berangkat," jelasnya.
Hal yang serupa juga dirasakan armada Colt L300 dengan trayek yang sama, banyak armada yang menganggur tidak berangkat karena penumpang sangat sepi. Jika pun ada, mereka lebih memilih naik bus jika masih tersedia.
Faktor lain, masih semrawutnya beberapa pengemudi dan fasilitas yang diberikan armada Colt ini kepada penumpang.
Mulai dari jam berangkat yang tidak konsisten karena sering ngetem, sampai berdesakan di dalam armada karena space tempat duduk yang sempit.
Serta tidak adanya Air Conditioner (AC) di armada Colt.
Disisi lain, warga Kabupaten Paser Adi mengaku kecewa dengan perubahan jadwal Damri tersebut, menurutnya jadwal sebelumnya sudah tepat.
Ia mengaku sering bolak-balik Paser ke Samarinda karena berjauhan dengan keluarga. Pagi hari menunggu, sore sudah sampai tujuan.
"Kalau sekarang malam-malam jam 1 menunggu, siapa yang mau. Kalaupun mau, terkendala yang mengantarkan ke pangkalan bus jam segitu," tutupnya.
(BorneoFlash.com/Fitriani)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar