Pemkab Kutai Barat

Waspada Serangan Covid-19 Gelombang Ketiga, Pemkab Kubar Lakukan Penambahan Tabung Oksigen

lihat foto
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, dr. Ritawati Sinaga saat menerima bantuan tabung oksigen dari salah satu perusahaan swasta di Kutai Barat. Foto : HO/Humas Pemkab Kubar.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, dr. Ritawati Sinaga saat menerima bantuan tabung oksigen dari salah satu perusahaan swasta di Kutai Barat. Foto : HO/Humas Pemkab Kubar.

BorneoFlash.com, SENDAWAR - Angka penularan kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Meski demikian,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap mewaspadai serangan Covid-19 gelombang ketiga.

Mengingat wabah Covid-19 merupakan salah satu jenis virus yang tidak dapat dilihat secara kasat mata dan bisa saja ada dimana-mana dan menyerang siapa saja.

Menurut kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, dr. Ritawati Sinaga pihaknya sudah membaca situasi perkembangan kasus covid-19 sehingga penerapan kebiasaan pola hidup bersih dan sehat dilingkungan masyarakat sangat perlu dilakukan.

Selain itu, Pemkab Kubar juga telah melakukan serangkain antisipasi penularan covid-19 gelombang ketiga itu dengan cara melakukan penambahan tabung oksigen.

"Karena sudah kita membaca situasinya. Tetapi Puji Tuhan statusnya mulai melandai. Tahun ini kita juga (Dinkes) sudah menambah tabung oksigen," ungkapnya, pada Senin (20/9/2021).

Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung langkah-langkah pencegahan covid-19 di Kutai Barat dengan tetap melakukan protokol kesehatan secara disiplin yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Adapun ketersediaan sarana prasarana medis seperti alat pelindung diri (APD) beserta tabung oksigen kata Rita mulai teratasi menyusul berkurangnya kasus baru di Kutai Barat.


"Dinas kesehatan bersama tim satgas covid-19 kabupaten Kutai Barat tetap berupaya maksimal membantu penanganan pandemi covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun terakhir," ungkapnya.

Rita juga tak menampik sejumlah faskes sempat kewalahan mengatasi kekurangan oksigen akibat melonjaknya pasien pada Juli-Agustus lalu. Baik di RSUD Harapan Insan Sendawar maupun puskesmas.

“Sudah teratasi karena kita mengadakan juga, kita support juga terutama di rumah sakit. Karena di rumah sakit yang paling banyak kebutuhan oksigennya. Di situ kan harus dosis tinggi banyak oksigennya.

Bisa semalam aja habis berapa puluh tabung karena dia (pasien) sedang berat. Kalau kasus ringan masih sekitar 5-10 liter per menit di rumah sakit,” jelas Rita.

Dia juga menyebutkan tambahan tabung oksigen yang sebagian diperoleh dari perusahaan swasta itu nantinya langsung didistribusikan ke Puskesmas yang terjauh dari jangkauan kota besar. Seperti Bentian Besar hingga Muara Pahu.

“Terutama Puskesmas yang jauh-jauh harus kita sambungkan mereka lebih banyak lagi. Karena terkendala di waktu, jarak dan geografis kita daerah sulit terutama di Bentian, Muara Pahu. Kan tidak bisa cepat begitu kosong baru kita belikan nggak bisa, jadi harus kita kumpul dulu di dinas kesehatan baru kita didistribusikan ke masing-masing puskesmas,” katanya.

Sebelumnya, tabungan oksigen bantuan perusahan tambang PT GBU itu sendiri sebanyak 10 tabung dengan kapasitas 6 m³. Bantuan itu dianggap cukup berharga bagi pemerintah yang selama ini mengalami kesulitan oksigen.

“Kalau secara garis besar kita masih kurang. Karena adanya pandemi ini kan kita tidak memprediksi tidak tahu apakah masih melonjak nanti ada gelombang ketiga atau gimana, jadi kita wajib bersiap-siap senantiasa untuk pemenuhan oksigen ini,” sebut Rita. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar