BorneoFlash.com, TANA PASER - Minimnya Partisipasi Masyarakat Donor Darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Paser mengalami kekosongan Stok Darah. Jumat, (06/08/2021).
Hal itu diutarakan oleh Ketua Unit Donor Darah (UDD) PMI Paser, dr. Ahmad Hadi Wijaya, yang menilai tingkat partisipasi masyarakat untuk donor darah di Kabupaten Paser masih sangat minim
Sementara kebutuhan darah di Kabupaten Paser kian hari makin meningkat di masa Pandemi Covid-19.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Paser dr. Ahmad Hadi Wijaya Menuturkan "Partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan lagi untuk melakukan donor darah," yang juga sebagai Ketua UDD Paser saat dikonfirmasi melalui Pesan WhatsApp. Kamis (5/8/2021)
Ia mengajak masyarakat di Kabupaten Paser agar meningkatkan partisipasinya agar ketersediaan stok darah tetap terjaga.
Begitupun dengan pendonor plasma konvalesen yang masih minim, sehingga ketersediaan stok darah juga mengalami kekosongan.
PMI Paser untuk mengatasi masalah tersebut gencar mengajak maupun melakukan himbauan di berbagai jejaring sosial.
"Untuk saat ini kami hanya melakukan himbauan dan ajakan melalui sosial media, di samping kerjasama dengan komunitas yang rutin melakukan donor darah," jelas Hadi.
Hal itu dibenarkan oleh Dona, Pelaksana Teknis UDD PMI Paser, dimana saat ini stok darah yang ada saat ini sudah tidak ada.
"Ada kantong untuk golongan darah B 3 kantong, dan 2 kantong golongan darah O, tapi itu sudah punya orang yang merupakan dari keluarganya yang mendonorkan darahnya," terang Dona.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pembatasan jam operasional, dimulai dari jam 08:00-16:00 WITA, mengingat banyaknya tenaga Kesehatan di UDD PMI Paser yang sementara menjalani Isolasi Mandiri (Isoman).
"Banyak tenaga Kesehatan yang Isoman, sehingga kita berlakukan pembatasan jam kerja, semoga hari Senin sudah normal kembali," pungkasnya.
(BorneoFlash.com/Fitriani)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar