Peran perempuan Karakter wanita yang yang secara alami punya ikatan emosional kedekatan dengan keluarga juga jadi "kelemahan".
"Ada sisi positif dan negatif, dari sisi positif, wanita bisa menjadi agen perubahan yang strategis, termasuk dalam melawan paham radikalisme atau kontra terorisme," ujarnya.
Kehadiran wanita sangat penting dalam melawan radikalisme dan terorisme dengan mengoptimalkan karakter mereka yang bisa lebih radikal dan militan dalam arti positif.
Hal senada disampaikan Kasubdit Pemberdayaan MasyarakatBNPT (Badan Nasional Pencegahan Terorisme) Dr Hj Andi Intang Dulung mengatakan dengan potensi totalitas dalam menjalankan fungsinya, wanita sangat strategis untuk dilibatkan dalan deradikalisasi.
Khusus melalui peran wanita di media sosial, baik oleh "kaum emak-emak" maupun milenial.
Ia menjelaskan lahirnya kelompok radikalisme dan terorisme yang melibatkan wanita tidak terlepas dari kemajuan teknologi komunikasi serta media sosial.
Sehingga, kata dia untuk melawan pengaruh radikalisme maka peran wanita, khususnya kaum milenial sangat penting dalam memberikan pemahaman yang benar tentang agama.
Dr. Nurasikin, Ketua Bidang Perempuan dan AnakFKPT Kaltara menjelaskan bahwa terkait besarnya peranan wanita dalam memerangi radikalismedan terorisme maka pihaknya melibatkan 37 organisasi wanita dalam acara itu.
Acara digelar dengan tema "Perempuan Agen Perdamaian dalam pencegahan Radikalisme dan Terorisme melalui FKPT Kalimantan Utara Kegiatan bidang perempuan dan anak".
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 90 peserta dari berbagai organisasi perempuan yang ada di Tarakan.
Kegiatan melibatkan antara lain Badan Kontak majelis Taklim, GOW, Asyiah, Forhati dan Kohati.
Wakil Wali Kota TarakanEffendy Djuprianto pada acara itu
menyampaikan tentang komitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan terorisme dan penyebaran faham radikal.
Pemerintah Kota Tarakan berharap peran wanita kian besar dalam memberikan gambaran secara jelas kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme dan terorisme.
Khususnya kaum wanita mengenai terorisme di Indonesia, sebagai bahan kewaspadaan bersama dalam upaya pencegahan terorisme.
Ia berpesan kepada kaum ibu dapat secara aktif melakukan pembinaan dan pengawasan di rumah tangga dan lingkungan masing-masing.
"Para orang tua harus secara aktif menanamkan pemikiran anti radikalisme dan anti terorisme didalam percakapan di rumah," ujarnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar