BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Sebagai objek vital, sistem pengendalian keamanan terbaik di dalamnya sangat diperlukan guna mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan serta hal-hal yang tidak diinginkan.
Salah satunya seperti pelabuhan peti kemas PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) yang terletak di Jl. Pulau Balang, KM 13 Kecamatan Balikpapan Barat.
Dimana pelabuhan KKT tersebut merupakan salah satu akses pintu keluar masuknya kapal-kapal besar angkutan logistik dari berbagai daerah sebagai penunjang perekonomian penduduk Kalimantan Timur.
Seluruh staf maupun security di KKT sering kali diberikan materi pembekalan kemampuan sistem pengendalian keamanan yang dilakukan secara rutin.
Seperti yang dilakukan pada Kamis (23/7/2020). Seluruh staf dan petugas kemanan di KKT kembali diberikan materi pembekalan sistem pengendalian keamanan dan sistem komunikasi oleh manajemen PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Persero.
Materi pembekalan itu disampaikan oleh Kepala Cabang Komersil Banten PT BKI, Mat Hasan, ST,. M.M dan dihadiri oleh Wakil Komando Lapangan Kasi KPLP KSOP Kelas I Balikpapan, Pantas Sihombing serta Direktur Operasi & Komersil PT. KKT, Sofyan, Manager SDM Umum dan SI PT KKT, Muhammad Aminullah.
Muhammad Aminullah mengatakan kondisi kemanan di kawasan pelabuhan KKT saat ini sudah terkendali namun pihaknya tetap melakukan upaya peningkatan pemahaman sistem pengendalian kemanan.
"Tingkat keamanan kita Alhamdulillah sampai sekarang ini masih tetap koordinasi dengan pihak kepolisian dan KSOP dalam hal ini Syahbandar apabila ada masalah, namun kita tetap siaga dan waspada karena operasional kita 24 jam tidak berhenti jadi security 3 shif ganti-ganti terus. Dan pelatihan exercise itu kita lakukan setiap tahun dan setiap 3 bulan kita lakukan, supaya melatih respon cepat teman-teman apabila terjadi ancaman," katanya. Sementara itu, Wakil Komando Lapangan Kasi KPLP KSOP Kelas I Balikpapan, Pantas Sihombing mengatakan pelabuhan KKT merupakan salah satu pelabuhan yang komplex dan harus melakukan pelatihan exercise keamanan secara berkala. "Salah ciri khas pelabuhan adalah pelabuhan yang memiliki standar keamanan IMO, dan pelabuhan kita ini adalah pelabuhan yang kompleks. Dan salah satu persyaratan harus melakukan training dan drill setiap 3 bulan dan Exercise 12 bulan sampai maksimal 18 bulan," katanya. Materi sistem keamanan yang diberikan pada kesempatan tersebut meliputi Training IPSP (International ship and port facility security) Code diantaranya Maksud security level SL1, SL2, dan SL3. Selain itu juga ada materi pengenalan dan pendeteksian senjata, alat dan unsur berbahaya, pengenalan karakteristik dan pola perilaku pengganggu keamanan serta teknik menghindari ancaman hingga prosedur tiap tingkat keamanan. Mat Hasan mengatakan seluruh personil fasilitas pelabuhan yang lain harus memiliki pengetahuan dan menjadi terbiasa dengan ketentuan PFSP yang relevan dalam mengahadapi ancaman. "Seluruh personil fasilitas pelabuhan harus memiliki pengetahuan dan terbiasa dengan ketentuan PFSP. Melatih berkomunikasi secara singkat padat dan jelas ketika terjadi bahaya, memantau dan mengantisipasi terjadinya bahaya," pungkasnya. (*)
"Tingkat keamanan kita Alhamdulillah sampai sekarang ini masih tetap koordinasi dengan pihak kepolisian dan KSOP dalam hal ini Syahbandar apabila ada masalah, namun kita tetap siaga dan waspada karena operasional kita 24 jam tidak berhenti jadi security 3 shif ganti-ganti terus. Dan pelatihan exercise itu kita lakukan setiap tahun dan setiap 3 bulan kita lakukan, supaya melatih respon cepat teman-teman apabila terjadi ancaman," katanya. Sementara itu, Wakil Komando Lapangan Kasi KPLP KSOP Kelas I Balikpapan, Pantas Sihombing mengatakan pelabuhan KKT merupakan salah satu pelabuhan yang komplex dan harus melakukan pelatihan exercise keamanan secara berkala. "Salah ciri khas pelabuhan adalah pelabuhan yang memiliki standar keamanan IMO, dan pelabuhan kita ini adalah pelabuhan yang kompleks. Dan salah satu persyaratan harus melakukan training dan drill setiap 3 bulan dan Exercise 12 bulan sampai maksimal 18 bulan," katanya. Materi sistem keamanan yang diberikan pada kesempatan tersebut meliputi Training IPSP (International ship and port facility security) Code diantaranya Maksud security level SL1, SL2, dan SL3. Selain itu juga ada materi pengenalan dan pendeteksian senjata, alat dan unsur berbahaya, pengenalan karakteristik dan pola perilaku pengganggu keamanan serta teknik menghindari ancaman hingga prosedur tiap tingkat keamanan. Mat Hasan mengatakan seluruh personil fasilitas pelabuhan yang lain harus memiliki pengetahuan dan menjadi terbiasa dengan ketentuan PFSP yang relevan dalam mengahadapi ancaman. "Seluruh personil fasilitas pelabuhan harus memiliki pengetahuan dan terbiasa dengan ketentuan PFSP. Melatih berkomunikasi secara singkat padat dan jelas ketika terjadi bahaya, memantau dan mengantisipasi terjadinya bahaya," pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar