“Pandemi Covid-19 ini berdampak cukup besar untuk ekonomi masyarakat, sehingga melalui Pinky Movement diharapkan bisa menolong pangkalan LPG sebagai bagian dari jalur distribusi produk LPG Pertamina untuk bangkit dan mendorong percepatan pemulihan ekonomi”, ujar Roberth.
Roberth juga mengatakan bahwa hingga saat ini Pertamina sudah menyalurkan bantuan modal usaha senilai 2,5 Milyar Rupiah dan saat ini tahap komitmen bantuan modal usaha sebesar 5,7 Milyar rupiah. “Dalam waktu dekat kami kembali akan menyalurkan bantuan modal usaha dari berbagai UKM dan Pangkalan LPG senilai 5,7 Milyar, sehingga total yang akan disalurkan pada Agustus mendatang senilai lebih dari 8 Milyar Rupiah”, ungkap Roberth.
Roberth juga mendorong masyarakat pelaku UKM di Kalimantan untuk menjadi Mitra Binaan Pertamina agar bisa mendapatkan bantuan pinjaman modal untuk pengembangan usaha.
Menurut Roberth, selain bisa mendapatkan pinjaman modal usaha hingga mencapai 200 juta Rupiah, jasa administrasi yang rendah dan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan pelatihan, promosi dan pameran UKM binaan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar