Dengan pendekatan tersebut, berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah kota dapat dikaji melalui proses pembelajaran sekaligus menjadi ruang untuk mencari solusi.
“Berbagai persoalan yang dihadapi Kota Samarinda harus menjadi bagian dari proses pembelajaran agar mampu melahirkan solusi yang tepat,” tegasnya.
Selain persoalan fiskal dan peningkatan PAD, sejumlah isu strategis lainnya juga dapat dijadikan materi dalam Samarinda Corpu. Di antaranya penanganan stunting, pengurangan angka pengangguran, hingga upaya menekan tingkat kemiskinan.
Menurut Andi Harun, pola pembelajaran berbasis persoalan daerah akan membuat peningkatan kompetensi ASN lebih relevan dengan kebutuhan pemerintahan. Aparatur diharapkan tidak sekadar meningkatkan kemampuan secara personal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pengembangan program tersebut, Pemkot Samarinda menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda. Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat sistem pembelajaran dan pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda.
Andi Harun juga melihat adanya peluang untuk mengintegrasikan konsep Corporate University dengan manajemen talenta. Menurutnya, pengembangan kompetensi ASN dapat sekaligus diarahkan untuk memetakan dan menyiapkan aparatur sesuai kebutuhan pemerintahan di masa mendatang.b
“Pengembangan Corporate University dapat diselaraskan dengan manajemen talenta sehingga peningkatan kompetensi ASN berjalan seiring dengan penyiapan aparatur yang dibutuhkan pemerintah di masa depan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar