Hambriati mengungkapkan, edukasi mengenai CBP Rupiah selama ini tidak hanya dilakukan saat lomba.
PKK Balikpapan Utara memiliki Tim Berlian yang secara rutin memberikan sosialisasi ke kelurahan, sekolah, PAUD, taman kanak-kanak, hingga kelompok-kelompok ibu di masyarakat.
Menurutnya, kelompok ibu rumah tangga dan anak-anak menjadi sasaran utama edukasi karena dinilai rentan menjadi korban penipuan uang palsu maupun kurang memahami cara merawat uang dengan baik.
Upaya tersebut, lanjut Hambriati, mulai menunjukkan hasil. Masyarakat kini semakin memahami pentingnya menjaga kondisi uang agar tetap layak edar.
"Dulu uang sering diremas, dilipat, atau diselipkan sembarangan. Sekarang sudah mulai rapi disimpan di dompet. Uang yang bersih dan tidak kusut juga lebih nyaman digunakan saat bertransaksi," tuturnya.

Ini merupakan kali pertama PKK Kecamatan Balikpapan Utara mengikuti lomba fun games dan yel-yel yang diselenggarakan Kantor Perwakilan BI Balikpapan. Meski demikian, mereka mengaku optimistis mampu meraih hasil terbaik.
"Kami optimistis. Semangat kami bukan hanya untuk menang, tetapi juga agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mencintai, membanggakan, dan menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa," pungkas Hambriati. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar