Politisi Partai Gerindra tersebut mendorong generasi muda untuk mulai mengembangkan setidaknya satu keterampilan yang dapat menunjang peluang kerja. Keterampilan itu bisa berupa kemampuan teknis maupun keahlian lain yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri.
“Kami berharap generasi muda memiliki minimal satu keahlian yang bisa menjadi pendukung. Ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan tertentu, mereka memiliki peluang lebih besar dan tidak tersisih dalam proses seleksi,” tuturnya.
Selain itu, Helmi menilai keberadaan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) maupun lembaga pelatihan lainnya perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program pelatihan yang sesuai kebutuhan industri diyakini dapat membantu masyarakat memperoleh pekerjaan lebih cepat.
Ia juga menekankan bahwa keterampilan tidak hanya berguna untuk mencari pekerjaan, tetapi dapat menjadi bekal bagi masyarakat yang ingin membangun usaha secara mandiri.
“Dengan keterampilan yang dimiliki, seseorang tidak hanya berpeluang menjadi pekerja, tetapi juga bisa membuka usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.
Di tingkat provinsi, data BPS menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka Kalimantan Timur pada Februari 2026 berada di angka 5,27 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama, terutama di daerah perkotaan seperti Samarinda yang menjadi tujuan pencari kerja dari berbagai wilayah.
Helmi berharap sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan lembaga pelatihan dapat terus diperkuat agar lulusan baru memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Harapan kami, lembaga-lembaga pelatihan seperti BLKI dapat terus membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan sehingga mempermudah mereka saat mencari pekerjaan maupun ketika ingin merintis usaha sendiri,” pungkasnya. (*/advdprdsamarinda)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar