Berita Samarinda Terkini

Harga Minyakita Tembus Rp23 Ribu, Kenaikan Minyak Goreng Mulai Dikeluhkan Warga

lihat foto
Aktivitas jual beli kebutuhan pokok di Pasar Segiri Samarinda. Dalam dua bulan terakhir, harga sejumlah merek minyak goreng mengalami kenaikan, termasuk Minyakita yang kini dijual hingga Rp23 ribu per liter. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Aktivitas jual beli kebutuhan pokok di Pasar Segiri Samarinda. Dalam dua bulan terakhir, harga sejumlah merek minyak goreng mengalami kenaikan, termasuk Minyakita yang kini dijual hingga Rp23 ribu per liter. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Untuk komoditas beras, harga masih relatif stabil. Beras merek Dapurku kemasan 25 kilogram dipasarkan Rp390 ribu, beras merek Jempol kemasan 10 kilogram Rp155 ribu, sedangkan beras merek Ketupat Lebaran kemasan 5 kilogram dijual Rp85 ribu. Adapun beras eceran berada pada kisaran Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram, tergantung jenis dan mereknya.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Segiri, April, mengatakan kenaikan harga minyak goreng mulai terasa sejak sekitar dua bulan terakhir. Menurutnya, beberapa merek mengalami penyesuaian harga yang cukup signifikan dibanding sebelumnya.

“Untuk minyak goreng merek Rosebrand ukuran satu liter saat ini dijual sekitar Rp25 ribu, sedangkan sebelumnya masih berada di kisaran Rp20 ribu per liter,” ujarnya, pada Sabtu (13/6/2026)

Ia menjelaskan, tidak semua merek mengalami perubahan harga. Sejumlah produk seperti Bimoli dan minyak goreng curah masih dipasarkan dengan harga yang relatif stabil.

Namun demikian, kenaikan juga terjadi pada Minyakita yang selama ini banyak diminati masyarakat karena harganya lebih terjangkau dibanding merek lainnya.

“Minyakita sebelumnya dijual sekitar Rp18 ribu per liter, namun sekarang sudah berada di kisaran Rp23 ribu per liter,” katanya.

April menambahkan, pasokan Minyakita kemasan satu liter terkadang tidak selalu tersedia dalam jumlah memadai. Sementara untuk kemasan dua liter, distribusinya dinilai lebih lancar dan lebih mudah diperoleh pedagang.

Terkait faktor yang menyebabkan kenaikan harga minyak goreng tersebut, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti. Pedagang hanya mengikuti perkembangan harga yang berlaku dari distributor dan menyesuaikannya dengan kondisi pasar saat ini. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar