“Keandalan listrik tidak terjadi secara instan. Ini merupakan hasil pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan interkoneksi sistem, kami dapat memastikan pasokan listrik tetap stabil meskipun terjadi lonjakan kebutuhan,” ujarnya, pada Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, sistem interkoneksi memungkinkan distribusi daya secara fleksibel. Ketika terjadi kelebihan pasokan di satu wilayah, energi dapat dialirkan ke daerah lain yang membutuhkan. Hal ini menjaga sistem tetap dalam kondisi aman dan surplus, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
Selain pembangunan jaringan, PLN juga melakukan berbagai langkah preventif seperti pengujian sistem secara menyeluruh, pemeliharaan rutin, serta koordinasi intensif dengan unit operasional. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keandalan listrik dari hulu ke hilir, mulai dari pembangkitan hingga distribusi ke pelanggan.
Komitmen ini sejalan dengan semangat menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat selama momen Lebaran. PLN berupaya memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa gangguan listrik, serta menikmati kebersamaan bersama keluarga dengan aman dan nyaman.
Dengan kesiapan infrastruktur dan sistem yang matang, PLN UIP KLT optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar