Pemkab Kutai Kartanegara

Ramadan Dongkrak Permintaan, 60 Persen Harga Komoditas di Kukar Ikut Merangkak Naik

zoom-inlihat foto
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR - Memasuki bulan Ramadan yang termasuk dalam periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), sekitar 60 persen komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tercatat mengalami kenaikan harga.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan lonjakan tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, mengatakan peningkatan harga terjadi seiring melonjaknya konsumsi masyarakat selama bulan puasa.

“Permintaan naik cukup tinggi saat Ramadan. Tapi kenaikannya tidak signifikan dan masih dalam batas normal,” ungkap Sayid Fathullah, pada Rabu (25/2/2026).

Ia juga menjelaskan, komoditas strategis yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras, tetap dijual sesuai ketentuan.

Pengawasan dilakukan secara rutin oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan aparat kepolisian melalui pemantauan langsung ke pasar serta distributor.


“Kami pastikan pedagang tidak menjual di atas HET. Jika ada pelanggaran, tentu ada sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, komoditas yang tidak diatur melalui HET, seperti cabai dan sayur-mayur, cenderung lebih fluktuatif karena mengikuti mekanisme pasar. Harga cabai bahkan sempat menyentuh Rp90.000 per kilogram akibat tingginya permintaan masyarakat.

Sayid menambahkan, sekitar 60 persen kebutuhan pangan Kukar masih dipasok dari luar daerah, seperti Jawa dan Sulawesi. Kondisi cuaca, distribusi, dan tingkat permintaan di daerah asal turut memengaruhi pergerakan harga di pasar lokal.

Sebagai langkah pengendalian inflasi, Disperindag Kukar menyiapkan program pasar murah yang akan digelar di sejumlah kecamatan guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak selama Ramadan.

“Belanja secukupnya saja. Kalau permintaan terlalu tinggi, harga bisa semakin terdorong naik,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar