BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat pengawasan di daerah aliran sungai (DAS) dan kawasan perbukitan menyusul peringatan dini potensi bencana hidrometeorologi pada periode Januari–Maret 2026.
Langkah itu ditegaskan melalui surat edaran yang ditujukan kepada seluruh camat, lurah, dan kepala desa se-Kukar sebagai tindak lanjut atas informasi dari BPBD Provinsi Kalimantan Timur.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan peningkatan curah hujan dan potensi angin kencang dalam beberapa waktu kedepan harus direspons dengan kesiapsiagaan berbasis wilayah.
“Wilayah bantaran sungai dan perbukitan menjadi perhatian utama. Jika hujan terjadi dengan intensitas tinggi secara berturut-turut, risiko banjir dan longsor tentu meningkat,” ucap Sunggono, pada Rabu (25/2/2026).
Ia pun menjelaskan, surat edaran tersebut bukan sekadar imbauan administratif, tetapi instruksi agar pemerintah kecamatan dan desa memperkuat langkah konkret di lapangan.
“Kita minta dilakukan pemetaan ulang titik rawan, termasuk memantau tinggi muka air sungai dan kondisi lereng yang berpotensi labil,” tegasnya.
Selain itu, potensi dampak lain seperti genangan di permukiman dan pohon tumbang akibat angin kencang juga perlu diantisipasi.
Aparatur wilayah diminta memastikan sistem drainase berfungsi optimal serta menjalin komunikasi aktif dengan relawan dan unsur kebencanaan setempat.
“Kecepatan informasi sangat menentukan. Jika terjadi kondisi darurat, laporan harus segera disampaikan secara berjenjang agar penanganan tidak terlambat,” kata Sunggono.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan personel dan sarana pendukung di masing-masing wilayah. Menurutnya, mitigasi yang baik akan sangat membantu menekan potensi kerugian dan risiko korban.
“Cuaca memang tidak bisa kita kendalikan, tetapi kesiapan dan koordinasi bisa meminimalkan dampaknya,” pungkasnya.
Dengan penguatan pemantauan di titik-titik rawan tersebut, Pemkab Kukar berharap masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman meski berada di tengah potensi cuaca ekstrem pada awal tahun ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar