PT KPI Unit Balikpapan

Inovasi Hijau dari Balikpapan Antar PT KPI Raih Indonesia Green Awards 2026

lihat foto
Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang (kanan) menerima penghargaan atas prestasi di tingkat nasional dengan meraih Indonesia Green Awards 2026 pada kategori Inovasi Sosial dan Rekayasa Teknologi Hijau. Pengharg
Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang (kanan) menerima penghargaan atas prestasi di tingkat nasional dengan meraih Indonesia Green Awards 2026 pada kategori Inovasi Sosial dan Rekayasa Teknologi Hijau. Penghargaan tersebut diraih melalui Program Kampung Baru Ilir Mandiri, Indah, dan Sejahtera (KALIANDRA). Foto: HO/KPI Unit Balikpapan

BorneoFlash.com, JAKARTA — PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Indonesia Green Awards 2026 pada kategori Inovasi Sosial dan Rekayasa Teknologi Hijau.

Penghargaan tersebut diraih melalui Program Kampung Baru Ilir Mandiri, Indah, dan Sejahtera (KALIANDRA).

Penghargaan diserahkan dalam seremoni Indonesia Green Awards 2026 yang berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan praktik keberlanjutan lingkungan yang dijalankan dunia usaha.

Capaian ini menandai peningkatan signifikan kualitas implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT KPI Unit Balikpapan. Pada ajang serupa tahun sebelumnya, perusahaan mencatat skor penilaian 87, yang pada 2026 melonjak menjadi 91,34.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, menilai peningkatan skor tersebut sebagai cerminan keseriusan perusahaan dalam memastikan program pemberdayaan masyarakat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.

“Kami mengapresiasi dedikasi dan semangat kemandirian kelompok KALIANDRA. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Kilang RU V Balikpapan dalam menjalankan program TJSL yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. Kenaikan nilai dari 87 menjadi 91,34 menunjukkan keseriusan kami agar program terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Program KALIANDRA mengusung pendekatan rekayasa teknologi hijau dengan mengintegrasikan mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan, dan ketahanan pangan dalam satu ekosistem inovasi sosial.

Program ini tidak bertumpu pada pembangunan infrastruktur berskala besar dan berbiaya tinggi, melainkan mengoptimalkan potensi lokal melalui prinsip ekonomi sirkular dan frugal innovation.


Salah satu inovasi unggulan adalah pemanfaatan drum bekas yang direkayasa menjadi Drum Eco Shield, yakni struktur penahan lereng yang berfungsi sebagai sistem stabilisasi tanah sekaligus infrastruktur hijau di kawasan rawan longsor.

Di atas struktur tersebut, masyarakat mengembangkan pertanian perkotaan (urban farming) yang didukung smart irrigation system berbasis penampungan air hujan. Sistem ini mampu mengelola air secara adaptif terhadap pola cuaca yang tidak menentu, mengurangi limpasan permukaan, serta menyediakan sumber air untuk pertanian dan kebutuhan warga. Seluruh sistem ditopang panel surya sebagai sumber energi terbarukan.

Program KALIANDRA dirancang untuk menjawab tantangan kawasan rawan longsor di Kelurahan Baru Ilir melalui empat fokus utama, yakni peningkatan kesadaran mitigasi bencana, pengembangan kawasan aman dan tangguh, penumbuhan kepedulian lingkungan dan gaya hidup sehat, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM,” jelas Dodi.

Selain aspek lingkungan, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Akses layanan kesehatan, penguatan posyandu, serta pelatihan kader masyarakat mendukung SDGs Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan).

Sementara pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pengurangan penggunaan pupuk kimia mendukung SDGs Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan, termasuk perempuan dan lansia, serta perlindungan permukiman dan fasilitas umum dari risiko longsor turut memperkuat kontribusi terhadap SDGs Tujuan 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan).

Pada kesempatan yang sama, General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, juga meraih penghargaan Best 100 Operation Units/Sites/Suppliers Indonesia 2026 – La Tofi ESG Rating dengan skor 90,90.

PT KPI Unit Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui pendekatan keberlanjutan, inovasi, dan kemandirian ekonomi, demi mewujudkan masa depan yang inklusif dan sejahtera bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar