BorneoFlash.com, SAMARINDA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, kembali menyoroti lambatnya penanganan kerusakan fender Jembatan Mahakam.
Ia menilai keterlambatan ini dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan jembatan, terutama dengan padatnya lalu lintas kapal di alur sungai tersebut.
Menurut laporan Komisi II, pekerjaan perbaikan ditargetkan selesai pada September atau paling lambat November 2025.
Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai perkembangan di lapangan. Hasanuddin menilai situasi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Kami masih belum memperoleh informasi yang jelas mengenai apakah pekerjaan itu telah rampung atau belum. Jika memang belum, kami ingin mengetahui sejauh mana progresnya,” ucapnya, pada Senin (24/11/2025).
Sebagai langkah untuk memastikan kejelasan, Komisi II akan mengadakan rapat dengar pendapat pada (26/11/2025).
Rapat tersebut akan menghadirkan KSOP, Pelindo, Perusda MBS, kepolisian, Polair, serta Kejaksaan guna meminta penjelasan mengenai hambatan maupun langkah percepatan yang diperlukan.
Hasanuddin menekankan bahwa fender merupakan komponen pelindung utama bagi tiang jembatan agar tidak mengalami benturan kapal.








