Mangrove Kampung Baru Sepi Pengunjung, DPRD PPU Minta Promosi Diperkuat

oleh -
Editor: Ardiansyah
Ekowisata Mangrove Kampung Baru di Penajam Paser Utara.
Ekowisata Mangrove Kampung Baru di Penajam Paser Utara.
banner 300×250

BorneoFlash.com, PENAJAM – Tingkat kunjungan di Ekowisata Mangrove Kampung Baru tampaknya masih jauh dari harapan. Meski kawasan tersebut telah direvitalisasi dan dibuka gratis sejak Agustus lalu, daya tariknya belum mampu menyaingi destinasi pantai yang tetap menjadi primadona wisatawan.

 

Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaluddin, mengatakan bahwa data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menunjukkan objek wisata pantai seperti Pantai Nipah-nipah, Tanjung Jumlai, dan Pantai Corong masih mendominasi kunjungan dengan puluhan ribu wisatawan setiap musim liburan.

 

“Kami menyayangkan kawasan mangrove ini sangat minim pengunjung. Ini karena kurang promosi atau memang masyarakat kurang berminat, saya belum tahu. Tapi kondisinya memang sangat berbeda dibandingkan objek wisata pantai,” ujar Jamaluddin, Minggu (16/11/2025).

 

Punya Potensi Besar, tapi Masih Kurang Tersorot

Jamaluddin menilai Ekowisata Mangrove Kampung Baru sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan. Selain menawarkan pengalaman wisata edukatif dan lingkungan yang asri, kawasan ini juga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah jika dikelola dengan serius.

 

“PPU tidak hanya punya pantai. Wisata mangrove ini harusnya bisa menjadi alternatif unggulan. Pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap pengelolaannya,” tegasnya.

 

Saat ini, proses pembebasan lahan di sekitar kawasan mangrove juga masih berlangsung untuk mendukung rencana pengembangan tahap selanjutnya. Namun, ia menekankan bahwa pengembangan fisik harus diiringi strategi promosi yang lebih kuat agar destinasi tersebut benar-benar dikenal masyarakat.

 

Perlu Promosi Masif agar Tidak Tertinggal

Menurutnya, sayang sekali jika potensi ekowisata seluas itu tidak dimaksimalkan. Minimnya publikasi membuat kawasan mangrove kurang dilirik, meski fasilitasnya telah diperbaiki dan aksesnya semakin mudah.

 

“Sayang kalau kita punya destinasi bagus tetapi tidak dikenal. Promosinya harus ditingkatkan,” tutup Jamaluddin. (*/Adv)

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.