Jelang Nataru, DPRD PPU Desak Pemda Amankan Pasokan Pangan untuk Cegah Lonjakan Harga

oleh -
Editor: Ardiansyah
Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf. Foto: BorneoFlash/IST
Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf. Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, PENAJAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memprioritaskan pengamanan pasokan bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

 

Ketersediaan barang dinilai menjadi faktor krusial dalam mencegah lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.

 

Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf, mengatakan periode libur panjang secara historis selalu menimbulkan tekanan signifikan pada rantai distribusi dan ketersediaan barang. Kondisi ini kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk memicu kenaikan harga yang tidak rasional, terutama ketika pasokan mulai menipis.

 

“Pasokan yang menipis sering kali menjadi pemicu utama kenaikan harga. Karena itu, Pemda perlu lebih aktif memonitor pergerakan barang mulai dari tingkat distributor hingga pedagang eceran,” tegasnya, pada Rabu (10/12/2025).

 

Andi menegaskan beberapa komoditas memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kelangkaan musiman, seperti beras, telur, minyak goreng, dan daging. Langkah antisipasi sejak dini mutlak diperlukan untuk memastikan stok tetap aman, sehingga tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat.

 

Selain memantau volume stok, ia juga menekankan pentingnya peran Pemda dalam mendorong pelaku distribusi menjaga ritme dan kelancaran pasokan. Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat selama libur panjang berpengaruh langsung terhadap kebutuhan barang di pasar.

 

Ia menambahkan, kesiapan Pemda untuk melakukan intervensi pasar harus benar-benar teruji apabila teridentifikasi adanya potensi gangguan besar dalam pasokan. Menurutnya, ketersediaan barang adalah fondasi utama stabilitas harga jelang Nataru.

 

“Meskipun Diskukmperindag telah melakukan pemantauan berkala, intensitas pengawasan ini harus ditingkatkan secara drastis menjelang masa puncak permintaan,” ujarnya.

 

Andi juga menekankan pentingnya ketersediaan data real time mengenai pergerakan stok, sehingga setiap langkah intervensi yang diambil pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi tanpa hambatan. (*/Adv)

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.