Asep Ahmad Sapturi: Sosialisasi Terlebih Dulu Sebelum Berikan Vaksinasi DBD

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Asep Ahmad Sapturi. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Asep Ahmad Sapturi. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan berencana memberikan vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada anak-anak usia 6-15 tahun atau tingkat SD dan SMP, yang dimulai dari Kecamatan Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah.

 

Kota Balikpapan diberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebanyak 10 ribu dosis vaksin demam berdarah atau vaksin dengue tetravalen di Kota Balikpapan. 

 

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Asep Ahmad Sapturi mengatakan sebelum vaksinasi DBD ini diberikan, pentingnya menggelar sosialisasi kepada masyarakat sehingga masyarakat mengenal tentang vaksinasi DBD.

 

Asep mengingatkan, DKK Balikpapan untuk melakukan edukasi soal vaksinasi DBD, karena terkadang informasi yang tidak lengkap menjadi ketakutan buat masyarakat. 

 

Berkaca pada vaksinasi Covid-19 beberapa waktu lalu. Vaksinasi sempat menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat. Oleh karena itu, rencana pemberian vaksinasi DBD, dapat dilakukan sosialisasi terlebih dahulu oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

 

Seperti soal kehalalan vaksin hingga efek yang ditimbulkan dari vaksin tersebut. Perlu adanya pemahaman vaksin ini halal atau tidak, harus dipertegas. “Alhamdulillah, kalau halal. Beberapa tahun lalu hal ini menjadi atensi yang cukup serius bagi publik,” terangnya.

 

Bahkan, vaksin Covid-19 kemarin ada isu sampai meninggal dan sebagainya, sehingga membuat warga masih takut dengan kata vaksinasi.

 

Meskipun demikian, ia mendukung langkah pemerintah dalam upaya menjaga kesehatan generasi muda. Namun tetap perlu sosialisasi yang menyeluruh dan lengkap, dengan tujuannya agar tidak terjadi salah paham yang membuat wali murid takut.

 

DKK memberi edukasi bagi orangtua mengenai langkah yang harus dilakukan ketika anaknya mengalami efek vaksin.

Baca Juga :  Proses Serah Terima Tahap Pertama, Pembangunan Lapas Kelas IIA Balikpapan 

 

“Puskesmas bisa memberi edukasi tentang vaksinasi DBD kepada masyarakat. Misalnya cara ini sangat positif untuk menghindari DBD,” terangnya.

 

Ya memang, kasus DBD terus meningkat setiap tahun, sehingga pemerintah berupaya mengantisipasi dengan memberikan suntikan vaksin. Kota Balikpapan merupakan kota yang pertama di Kaltim yang mendapatkan bantuan vaksin.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.