Berita Kalimantan Timur

Komite IV DPD RI Terima Banyak Catatan saat Lakukan Kunker 

lihat foto
Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI, di Ruang Rapat I Balai Kota Balikpapan, pada hari Selasa (29/8/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI, di Ruang Rapat I Balai Kota Balikpapan, pada hari Selasa (29/8/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kunjungan Kerja (Kunker) Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), dalam rangka Inventarisasi Materi Penyusunan Pertimbangan DPD RI terhadap RUU APBN Tahun Anggaran 2024.

Kunjungan disambut Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Hadi Mulyadi didampingi pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim termasuk Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, di Ruang Rapat I Balai Kota Balikpapan, pada hari Selasa (29/8/2023).

"Kami menyambut baik pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur agar dapat mengangkat perekonomian Kalimantan Timur dan mampu membuat pemerataan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa," jelas Wakil Gubernur Kaltim dalam kunjungan tersebut.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Timur merupakan PAD nomor lima provinsi terbesar di Indonesia.

Wakil Ketua DPD RI yang Merupakan Senator Asal Kalimantan Timur, Mahyudin menuturkan berdasarkan RUU dan Nota Keuangan yang disampaikan Presiden, belanja untuk pemerintah pusat direncanakan sebesar Rp2.446,5 Triliun dan belanja daerah direncanakan sebesar Rp857,5 Triliun, sehingga porsi Belanja Pemerintah Pusat dengan persentase sebesar 74,04 persen, masih lebih besar dibandingkan dengan Transfer ke Daerah dengan persentase 25,96 persen.

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan Wakil Ketua DPD RI Asal Kaltim Mahyudin. Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan Wakil Ketua DPD RI Asal Kaltim Mahyudin. Foto: BorneoFlash.com/Ist.

“Hal ini mengesankan kebijakan anggaran cenderung sentralistik dan belum sejalan dengan semangat otonomi daerah," ujarnya.


Kepala

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Timur , M Syaibani mengatakan hal yang menarik dari perekonomian Kaltim bahwa ekonominya dibesarkan dari aktivitas ekspor-impor dan industri pengolahan. “Di tahun 2023 ini, hampir Rp 70 triliun alokasi APBN di Provinsi Kalimantan Timur," ungkapnya.

Akan tetapi, ada dua isu penyaluran TKD, yakni belum adanya penyaluran DAU untuk penggajian P3K dan dana transfer hibah serta dua desa gagal salur dana desa tahap 1 di Kabupaten Mahakam Ulu.

Begitu juga, Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, menyampaikan bahwa perekrutan ASN tahun ini hanya ada di Kementerian/Lembaga. Sementara itu, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota hanya mendapatkan P3K.

"Kami juga butuh perekrutan ASN. Harusnya formulasi DAU untuk P3K itu terpisah dan ada penganggaran sendiri atau setidaknya gaji pokok dari APBD dan tunjangan dari APBN. Apabila tidak, Itu semua akan menjadi permasalahan dan kami tidak mampu melaksanakan belanja modal," terangnya.

Asisten III, Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Usman menyampaikan dana Kelurahan hanya Rp 200 juta per kelurahan per tahun sangat timpang dengan Dana Desa. Bahkan ada desa di PPU yang mendapatkan dana Rp 6,5 miliar.

Isu lainnya adalah sejumlah aset senilai Rp 630 miliar milik Pemkab PPU akan diambil alih oleh otorita IKN. “Harus ada kompensasi kepada PPU dari pemerintah pusat," sebutnya.

Kepala BPKAD Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Prima Laksana, mengeluhkan terkait DAK yang disampaikan informasinya pada akhir tahun, sedangkan kesepakatan di Kemendagri harusnya pada pekan kedua Agustus.

“Apabila dapat terjadi lebih awal, kontrak pada tahun berikutnya dapat lebih cepat sehingga realisasi anggaran juga lebih cepat," sebutnya.

Amang Syafrudin selaku Ketua Komite IV DPD RI dan Anggota DPD RI dari Jawa Barat, menuturkan bahwa daerah penyangga IKN harus menjadi serambi Ibu Kota Nusantara agar tujuan pemerataan pembangunan dapat tercapai.


Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya pemisahan anggaran P3K dalam Dana Alokasi Umum pada dana Transfer Ke Daerah (TKD).

Fernando Sinaga, Senator Kalimantan Utara dan Wakil Ketua Komite IV DPD RI, mengajukan sejumlah pertanyaan terkait penggunaan anggaran untuk Stunting dan dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBN.

Selain itu, perlu memisahkan DAU khusus P3K, termasuk TPP-nya, agar terlihat jumlah DAU yang didapat oleh Pemerintah daerah usulannya mengenai persoalan penganggaran P3K.

Fadel Muhammad, Wakil Ketua MPR RI dan Senator Provinsi Gorontalo, menyatakan bahwa belum ada anggaran belanja daerah/pusat untuk penyangga IKN. “Perlu ada anggaran untuk daerah penyangga IKN," tuturnya.

Ahmad Syaifullah Malonda, Anggota DPD RI dari Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan ingin ada kerjasama transportasi laut antara Sulawesi Tengah dengan Kalimantan Timur. "Kalau ada konektivitas antara Pelabuhan Kalimantan Timur dengan Palu tentu akan lebih bagus lagi," ujarnya.

I Made Mangku Pastika selaku Anggota Komite IV dari Bali, mempertanyakan anggaran stunting yang tersebar di berbagai kementerian/lembaga.

“Ternyata uang ratusan triliun anggaran stunting itu habis lintas sektor di kementerian/lembaga. Gimana pembagiannya?. Oleh karena itu, saya tidak rela dana desa dipakai untuk stunting. Di kementerian/lembaga ada dana BLT, kenapa ada lagi dari Dana Desa?," katanya mengenai penggunaan dana desa untuk BLT Desa.

Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI, di Ruang Rapat I Balai Kota Balikpapan, pada hari Selasa (29/8/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI, di Ruang Rapat I Balai Kota Balikpapan, pada hari Selasa (29/8/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.

Kunjungan kerja ditutup oleh Mahyudin selaku DPD RI dengan mengapresiasi seluruh masukan dan saran mengenai RUU APBN 2024, serta akan dirumuskan oleh Komite IV untuk menjadi Rekomendasi DPD RI atas RUU APBN 2024.

Seluruh aspirasi dari rapat hari ini sudah dicatat serta akan menjadi pembahasan dalam rapat kerja dengan mitra kerja Komite IV DPD RI.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar