Berita Kabupaten Kutai Barat

Kebakaran Hebat di Kampung Muhur, SD 001 Siluq Ngurai Terpaksa Diliburkan 1 Minggu Ke Depan

lihat foto
Kebakaran Hebat di Kampung Muhur, SD 001 Siluq Ngurai Terpaksa Diliburkan 1 Minggu Ke Depan
Kebakaran Hebat di Kampung Muhur, SD 001 Siluq Ngurai Terpaksa Diliburkan 1 Minggu Ke Depan

BorneoFlash.com,

SENDAWAR

- Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001 Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terpaksa harus diliburkan selama 1 minggu ke depan.

Langkah ini dilakukan lantaran banyak warga sekolah mulai dari murid hingga guru-guru menjadi korban kebakaran pada Minggu malam kemarin.

Mereka hanya bisa menyelamatkan diri beserta pakaian di badan saat kebakaran hebat datang melanda kawasan tempat tinggal mereka di RT 02 Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai pada Minggu malam kemarin (20/8/2023) sekira pukul 10:00 Wita.

Kepala SDN 001 Siluq Ngurai, Efesus Alen mengatakan langkah ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat.

Pasca Kebakaran yang menimpa Kampung Muhur, Kabupaten Kutai Barat (Kubar)
Pasca Kebakaran yang menimpa Kampung Muhur, Kabupaten Kutai Barat (Kubar)

" Kita sudah koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Dinas Pendidikan. Karena banyak murid dan guru-guru jadi korban kebakaran. Rumah mereka rata dengan tanah dan hanya bisa menyelamatkan diri beserta pakain di badan," katanya saat ditemui di lokasi kebakaran pada Selasa siang (21/8).

Dia belum memastikan berapa jumlah murid dan guru yang menjadi korban kebakaran, hanya saja dia menyebutkan jumlah murid di SDN 001 sebanyak 168 dan 17 guru.


Selain itu, bangunan gedung SDN 001 juga terpaksa dijadikan posko darurat penampakan korban kebakaran yang tercatat sebagai 60 Kepala Keluarga dan 197 Jiwa. Pasalnya SDN 001 berlokasi tak jauh dari tempat kebakaran.

Sementara itu para anak-anak SD yang menjadi korban kebakaran juga mengaku masih trauma dengan insiden kebakaran yang merapikan tempat peristirahatan mereka.

"Baju sekolah saya, sepatu sama tas saya terbakar, jadi tidak bisa ke sekolah," kata Jemi Arta Rwanda (9) salah satu murid SD yang menjadi korban kebakaran.

Dengan wajah yang tertunduk lesu, anak yang baru duduk di bangku kelas 4 SDN 001 Siluq Ngurai itu mengaku, hanya bisa berlari ke tempat yang aman saat kebakaran terjadi. Sementara seluruh isi rumah termasuk perlengkapan sekolah, tidak bisa diselamatkan oleh orang tua nya serta warga Kampung Muhur.

Kondisi yang sama juga dialami Mika Julianti (12). Bersama Orang Tua dan keluarganya harus merelakan rumah beserta isi nya ludes terbakar akibat kebakaran terbesar yang pernah terjadi di Kutai Barat tersebut.

"Saya libur sendiri karena pakaian sekolah saya terbakar semua," ungkapnya.

Karenanya, Siswi Kelas VII SMP Negeri 1 Siluq Ngurai itu sangat mengharapkan bantuan dari semua pihak atas musibah yang dialami. Baik pakaian, kebutuhan makan dan minum, termasuk perlengkapan sekolah, sehingga bisa segera mengikuti aktivitas pendidikan seperti biasanya.

"Harapan saya, supaya banyak pihak-pihak yang membantu kami yang menjadi korban kebakaran di kampung Muhur ini," harapnya.(*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar