Pada kegiatan ini disampaikan materi mulai dari mengapa harus terdaftar sebagai peserta JKN, manfaat apa saja yang didapatkan, hingga kanal layanan baik tatap muka maupun non tatap muka. Ketua Komunitas Bajadul, Benhur Pandjaitan menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. Dirinya mengatakan banyak manfaat yang ia rasakan karena telah menjadi peserta JKN.
“Pertama saya berterimakasih kepada tim dari BPJS Kesehatan yang sudah mengadakan kegiatan ini. Begitupun untuk rekan-rekan saya yang sudah meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan yang saya yakin akan memberi banyak manfaat untuk kita semua. Saya sendiri sudah merasakan manfaat menjadi peserta BPJS Kesehatan. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan mungkin sekarang saya sudah tidak bisa berdiri di depan sini,” ungkap Benhur.
Benhur juga mengungkapkan pengalamannya sebagai peserta JKN saat dirinya terkena penyakit meningitis tujuh tahun silam. Pria berusia 57 tahun ini mengungkapkan rasa syukurnya karena telah sembuh dari penyakit yang hampir merenggut nyawanya tersebut. Berbulan-bulan dirinya harus bolak-balik rumah sakit tentu tidak membutuhkan biaya yang sedikit. Rasa syukur terus dirinya sebutkan karena seluruh biaya pengobatan untuk penyakit meningitisnya dapat ditanggung oleh program JKN.
“Tidak terbayang jika tidak ada BPJS Kesehatan, bisa kacau saya ini. Biaya pengobatan saya itu bisa mencapai ratusan juta, habis sudah saya ini jika tidak ada BPJS Kesehatan. Lalu tidak hanya itu, istri saya, saudara saya juga pernah sakit dan biayanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Jadi ya sangat berguna sekali menjadi peserta BPJS Kesehatan itu,” sambungnya.
Kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme penuh dari seluruh peserta kegiatan. Tidak hanya pemaparan materi, pada kegiatan ini peserta kegiatan juga diminta melakukan survey sejauh mana pemahaman dan pengalaman mereka sebagai peserta JKN. Dengan hal ini diharapkan menjadi masukan bagi Duta BPJS Kesehatan agar terus menyebarkan informasi sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.
“Dengan adanya pertemuan ini diharapkan informasi yang sudah tersampaikan dapat dipahami dengan baik, apabila sudah paham maka bisa terus menyampaikan lagi informasi tersebut kepada keluarga lainnya, teman lainnya hingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang paham akan pelayanan kesehatan Program JKN. Dengan paham kebijakan dan regulasi, maka kualitas layanan yang didapatkan pun akan terus meningkat dan program JKN akan berjalan sukses”, tutup Sarman. (*)






