Kaji Ulang Bab Puasa Tentang Syarat, Rukun Hingga Siapa Saja yang Boleh Tidak Berpuasa

oleh -
Penulis: Redaksi
Editor: Ardiansyah
Ilustrasi, Puasa.
Ilustrasi, Puasa.
banner 300×250

Perkara yang membatalkan puasa:

  1. Makan dan minum dengan sengaja
  2. Memasukkan dengan sengaja benda ke dalam rongga yang terbuka. Seperti lubang hidung, telinga, mulut dan lubang kemaluan
  3. Muntah dengan sengaja. 
  4. Keluar haid & nifas
  5. Gila
  6. Murtad
  7. Keluar air mani dengan sengaja
  8. Bersetubuh di siang hari

Perkara Sunah Ketika Puasa:

  1. Menyegerakan berbuka puasa
  2. Berbuka dengan memakan kurma atau dengan makanan manis
  3. Baca doa
  4. Melambatkan bersahur
  5. Perbanyak membaca Al-qur’an, berzikir, bershalawat dan membuat amal kebaikan
  6. Sentiasa bersedekah
  7. Jauhkan diri daripada bercakap perkara yang sia-sia dan perbuatan yang tidak membawa manfaat
  8. Mandi junub lebih awal sebelum masuk waktu subuh

Makruh Ketika Puasa: 

  1. Suntik
  2. Berbekam
  3. Berkumur-kumur yang berlebihan
  4. Memasukkan air ke dalam rongga hidung secara berlebihan
  5. Mandi yang berlebihan
  6. Merasakan/mencicipi makanan di ujung lidah

hal yang menghilangkan pahala puasa

  1. Berdusta
  2. Ghibah
  3. Adu domba
  4. Sumpah palsu
  5. Memandang seseorang dengan nafsu syahwat
  6. Mengeluarkan kata kata keji, cacian maki

Golongan Yang Wajib Qada’ (mengganti) Puasa:

  1. Orang sakit yang ada harapan untuk sembuh
  2. Orang yang musafir/dalam perjalanan (bukan karena maksiat)
  3. Orang yang kedatangan haid dan nifas
  4. Orang yang meninggalkan niat puasa
  5. Orang yang Sengaja melakukan perkara yang membatalkan puasa
  6. Orang yang pitam/mabuk 
  7. Orang yang sangat lapar dan dahaga

Mereka Yang Dikenakan Membayar Fidyah Dan Mengqodo’ Puasa:

  1. Mereka yang tidak dapat mengqada’kan puasa sehingga masuk ramadhan kali kedua, seperti orang sakit bertahun-tahun dapat membayar fidyahnya berupa 1½ liter beras untuk setiap hari yang ditinggalkan. Kalau tidak diqada’ sehingga melampaui 2 tahun maka dikenakan 3 liter.
  1. Perempuan yang mengandung/yang menyusukan anaknya perlu mengqada’ puasa dan membayar fidyah 1½ liter beras untuk setiap hari yang ditinggalkan. Sekiranya dia meninggalkan puasa karena bimbang akan kesehatan anaknya.
Baca Juga :  Menkeu Minta DPR Awasi Serapan Anggaran

Hanya Wajib Fidyah dan Tidak Wajib Mengqodo’

  1. Orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh
  2. Orang yang terlalu tua dan tidak berdaya untuk berpuasa
  3. Orang yang ada qada’ puasa tetapi meninggal dunia sebelum sempat berbuat demikian, fidyahnya dilakukan oleh kerabat si almarhum/ah yang diambil daripada Hartanya

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.