Perkara yang membatalkan puasa:
Makan dan minum dengan sengaja
Memasukkan dengan sengaja benda ke dalam rongga yang terbuka. Seperti lubang hidung, telinga, mulut dan lubang kemaluan
Muntah dengan sengaja.
Keluar haid & nifas
Gila
Murtad
Keluar air mani dengan sengaja
Bersetubuh di siang hari
Perkara Sunah Ketika Puasa:
Menyegerakan berbuka puasa
Berbuka dengan memakan kurma atau dengan makanan manis
Baca doa
Melambatkan bersahur
Perbanyak membaca Al-qur'an, berzikir, bershalawat dan membuat amal kebaikan
Sentiasa bersedekah
Jauhkan diri daripada bercakap perkara yang sia-sia dan perbuatan yang tidak membawa manfaat
Mandi junub lebih awal sebelum masuk waktu subuh
Makruh Ketika Puasa:
Suntik
Berbekam
Berkumur-kumur yang berlebihan
Memasukkan air ke dalam rongga hidung secara berlebihan
Mandi yang berlebihan
Merasakan/mencicipi makanan di ujung lidah
hal yang menghilangkan pahala puasa
Berdusta
Ghibah
Adu domba
Sumpah palsu
Memandang seseorang dengan nafsu syahwat
Mengeluarkan kata kata keji, cacian maki
Golongan Yang Wajib Qada' (mengganti) Puasa:
Orang sakit yang ada harapan untuk sembuh
Orang yang musafir/dalam perjalanan (bukan karena maksiat)
Orang yang kedatangan haid dan nifas
Orang yang meninggalkan niat puasa
Orang yang Sengaja melakukan perkara yang membatalkan puasa
Orang yang pitam/mabuk
Orang yang sangat lapar dan dahaga
Mereka Yang Dikenakan Membayar Fidyah Dan Mengqodo' Puasa:
Mereka yang tidak dapat mengqada'kan puasa sehingga masuk ramadhan kali kedua, seperti orang sakit bertahun-tahun dapat membayar fidyahnya berupa 1½ liter beras untuk setiap hari yang ditinggalkan. Kalau tidak diqada' sehingga melampaui 2 tahun maka dikenakan 3 liter.
Perempuan yang mengandung/yang menyusukan anaknya perlu mengqada' puasa dan membayar fidyah 1½ liter beras untuk setiap hari yang ditinggalkan. Sekiranya dia meninggalkan puasa karena bimbang akan kesehatan anaknya.
Hanya Wajib Fidyah dan Tidak Wajib Mengqodo'
Orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh
Orang yang terlalu tua dan tidak berdaya untuk berpuasa
Orang yang ada qada' puasa tetapi meninggal dunia sebelum sempat berbuat demikian, fidyahnya dilakukan oleh kerabat si almarhum/ah yang diambil daripada Hartanya
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar