Pertamina Adakan Pelatihan Hydrant Kering di KSB Kampung Atas Air

oleh -
Penulis: Redaksi
Editor: Ardiansyah
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan mengadakan simulasi hydrant kering  di pemukiman padat penduduk Kampung Atas Air Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, Sabtu (25/2/2023). Foto: HO/PT KPI Unit Balikpapan.
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan mengadakan simulasi hydrant kering  di pemukiman padat penduduk Kampung Atas Air Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, Sabtu (25/2/2023). Foto: HO/PT KPI Unit Balikpapan.

BorneoFlash.com, BALIKPAPANKampung Siaga Bencana (KSB) yang merupakan salah satu kelompok binaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan mengadakan simulasi hydrant kering serta memantapkan anggota KSB pada seluruh Kelurahan di Kecamatan Balikpapan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di pemukiman padat penduduk Kampung Atas Air Kelurahan Margasari, Sabtu (25/2/2023).

Kampung Atas Air merupakan pemukiman yang berada di wilayah pesisir Teluk Balikpapan. Tipe rumah di Kampung Atas Air merupakan rumah panggung berkayu, dengan jarak antara rumah ke rumah yang cukup padat. Dengan kondisi seperti itu warga merasa perlu dilakukan adaptasi dalam penanggulangan bencana. Salah-satu upayanya adalah dengan sistem hydrant kering.

Hydrant kering sendiri selama 5 tahun terakhir sudah ada di wilayah pemukiman kampung atas air, namun selama itu pula belum pernah di uji cobakan. Hal inilah yang melatarbelakangi KSB dalam mengadakan kegiatan simulasi hydrant kering bersama masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Camat Balikpapan Barat, Kapolsek Balikpapan Barat, Danramil 0905-02, Perwakilan Dinas Sosial Kota Balikpapan, Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah barat serta Lurah Margasari bersama ketua LPM Kelurahan Margasari dan Kelurahan Baru Tengah.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengenalan alat pemadaman basah seperti nozzle, APD, hydrant kering dan cara penggunaannya. Pemateri dari BPBD Kota Balikpapan, Frans Martin menyampaikan,

“Ketika hydrant kering sudah mulai dioperasikan, maka kebakaran sudah pada level api puncak yang mana suhu api tinggi dan resiko yang diakibatkan pun juga tinggi. Maka dari itu, pemadaman tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan APD karena alasan keselamatan. 

Baca Juga :  Di Bulan Ramadhan Ini, Satpol PP Balikpapan Lakukan Penertiban Manusia "Gerobak"

Hal ini sering tidak diperhatikan oleh masyarakat umum ketika bencana kebakaran melanda pemukiman mereka. Kondisi pemukiman kampung atas air menjadi alasan kenapa pelatihan seperti sangat tepat karena api  dapat diprediksi akan sangat cepat membesar dan menyebar,” kata Frans menjelaskan. 

Setelah sesi pemaparan materi, masyarakat diajak langsung untuk praktek dimulai dengan memfungsikan hydrant kering yang ada di RT 32, RT 15, RT 29 dan RT 30 Kelurahan Margasari. Air yang dibawa oleh mobil damkar UPTD Wilayah Barat dihubungkan dengan siamese connection di pangkal pipa. Air mengalir ke sepanjang pipa dan keluar melalui hydrant, hydrant dipasangkan selang yang sudah tersambung nozzle, nozzle ini digunakan untuk menembakkan air ke sasaran. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.