Pancasila Menjadi Pemersatu Bangsa, GMNI Balikpapan Nyatakan Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi dan terpecah belah

Pancasila Menjadi Pemersatu Bangsa, GMNI Balikpapan Nyatakan Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi dan terpecah belah
BorneoFlash.com, - Ditengah situasi polemik terkait masalah bangsa saat ini, sering muncul aksi unjuk rasa untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun belakang ini, aksi unjuk rasa kerap mengarah kepada aksi anarkis sehingga keluar dari koridor apa yang menjadi isi tuntutan. Padahal jelas bahwa menyampaikan pendapat di muka umum ada payung hukumnya merujuk pada Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 atau Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Pendapat di Muka Umum. Oleh sebab itu perlunya toleransi kepada sesama agar ketika melakukan penyampaian pendapat di muka umum tidak terjadi gesekan yang dapat mengganggu keamanan wilayah. Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Balikpapan Yosep Wahyudi Sitanggang menuturkan bahwa aksi unjuk rasa merupakan hal wajar dilakukan untuk melakukan kritik membangun namun tidak dengan cara anarkis. "Pada momentum hari ini kita sama-sama bersatu dimana persatuan Indonesia wajib dijunjung tinggi,
Akan tetapi yang digaris bawahi bagaimana kita menegakkan persatuan itu sendiri dengan keberagaman yang dilandasi Pancasila tanpa harus menjatuhkan orang atau kelompok lainnya," ungkap Yosep kepada media ini Selasa (21/7). Berbicara menjaga keutuhan NKRI, Maka masyarakat harus menjaga hubungan komunikasi yang baik, menjaga toleransi, tidak mudah terprovokasi agar tidak mudah di pecah belah oleh kelompok manapun. "Jadi bagaimana antara si A dan si B untuk selalu solid agar negara ini bisa maju," katanya. Dia menegaskan kembali bahwa Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Wajib kita junjung tinggi jangan sampai ada orang-orang yang ingin menggantikan Pancasila atau memecah belah NKRI. Pancasila dan NKRI harga Mati" jelasnya. Yosep mengajak kepada segenap pemuda khususnya elemen mahasiswa untuk bersama-sama memajukan bangsa dalam keberagaman. "Ayo sama-sama mengingat bahwasannya Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu jua," ujarnya. Dia berharap ditengah situasi persoalan bangsa yang ada di masyarakat jangan sampai terprovokasi oleh oknum yang ingin memecah belah bangsa dan negara. "Karena disaat negara ini bersatu sebagai suatu bangsa dan suatu negara itulah kunci dari pada kemajuan negara ini, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote" tandasnya. (yud)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar