Operasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam mengamankan sejumlah infrastruktur strategis, termasuk lapangan terbang yang kini dikenal sebagai Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.
General Manager PHKT, Darmapala, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada PHKT dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan di Pasir Ridge tersebut.
“PHKT berkomitmen untuk terus mendukung sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus melestarikan kawasan bersejarah di Balikpapan, khususnya pada momentum peringatan ANZAC Day ini,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menegaskan bahwa peringatan ini tidak hanya menjadi refleksi sejarah, namun juga pengingat akan nilai-nilai universal yang terus menghubungkan kedua bangsa.
“ANZAC Day bukan hanya tentang mengenang mereka yang telah gugur, tetapi juga tentang nilai-nilai yang mereka perjuangkan keberanian, ketahanan, persahabatan, dan pengorbanan yang hingga kini terus menghubungkan masyarakat Australia dan Indonesia,” ungkapnya.
Upacara yang dilaksanakan saat fajar ini berlangsung semakin khidmat karena digelar di kawasan bersejarah dengan latar Monumen Tank Mathilda, yang berlokasi di Kompleks Pasir Ridge. Monumen itu menjadi penanda tempat pertahanan tentara Jepang yang berhasil direbut oleh pasukan sekutu pada Operasi Oboe Two tahun 1945.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan prosesi penghormatan dan penyerahan karangan bunga, yang dilanjutkan dengan refleksi bersama sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada para prajurit yang telah gugur.
Peringatan ANZAC Day sekaligus menjadi pengingat bahwa kebebasan dan kedamaian yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari pengorbanan di masa lalu.
Semangat tersebut terus hidup dalam ungkapan yang abadi ‘Lest We Forget’, sebuah frasa peringatan yang berarti "agar kita tidak lupa" dan sering digunakan negara-negara Persemakmuran untuk mengenang pengorbanan militer. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar